bernasnews – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di pertigaan Srumbung, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Minggu, 5 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.
Dua kendaraan, Honda Jazz dan Suzuki Carry, bertabrakan di tengah simpang tiga yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan wisata Pantai Baron.
Peristiwa itu berlangsung pada sore hari saat arus kendaraan dari arah utara menuju Yogyakarta dan dari arah barat ke Pantai Baron sedang ramai. Tabrakan cukup keras hingga menarik perhatian warga sekitar, yang langsung keluar rumah untuk memberikan pertolongan.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tabrakan bermula ketika Honda Jazz melaju dari utara, sementara Suzuki Carry datang dari arah barat. Keduanya melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
“Kedua kendaraan melaju cukup cepat dan jaraknya sudah terlalu dekat. Akibatnya, kedua mobil tidak sempat menghindar dan langsung bertabrakan di tengah simpang,” ujar AKP Agus Fitriyanto seperti dikutip dari kabarjawa.com.
Benturan di tengah simpang membuat bagian depan kedua mobil mengalami kerusakan cukup parah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp14 juta.
Identitas Pengemudi dan Tindakan Polisi
Polisi segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi AB 1658 IM diketahui bernama Ahmad Aji Mustofa (28), warga Rejosari, Bandongan, Magelang. Sementara pengemudi Honda Jazz bernomor polisi AB 1433 RK adalah Suradiyono (67), warga Bangunjiwo, Bantul.
Kerusakan pada Suzuki Carry ditaksir sekitar Rp6 juta, sedangkan Honda Jazz mengalami kerusakan lebih parah dengan kerugian sekitar Rp8 juta. Kedua kendaraan kemudian dievakuasi ke pos polisi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Tanjungsari menyebutkan bahwa faktor utama kecelakaan diduga karena kurangnya kewaspadaan serta ketidaktahuan medan jalan oleh kedua pengemudi.
Pertigaan Srumbung memiliki pertemuan jalur dengan tikungan tajam serta merupakan jalur wisata yang sering dipadati kendaraan, terutama pada sore hari.
“Diduga keduanya kurang waspada dan belum mengenal medan jalan di SP3 Srumbung. Saat bersamaan melintas, jarak sudah sangat dekat sehingga tabrakan tak bisa dihindari,” jelas Agus Fitriyanto.
Peringatan untuk Pengguna Jalan
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara untuk lebih berhati-hati ketika melintasi jalur wisata Tanjungsari yang memiliki banyak persimpangan tajam. Polisi setempat berencana menambah rambu lalu lintas, termasuk rambu batas kecepatan dan arah, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Selain memeriksa kondisi pengemudi, petugas juga memintai keterangan saksi-saksi di lokasi. Tidak ada korban luka serius yang dilaporkan, namun kejadian ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya kewaspadaan saat melintas di area dengan lalu lintas padat.
Kini proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan mengevaluasi kembali titik-titik rawan di kawasan tersebut sebagai langkah preventif ke depan. (Eln)












