bernasnews – Dengan mengusung tageline atau semboyan “Lebih Dekat, Lebih Cepat Maju Melesat”, penyelenggaraan peringatan HUT Ke-269 Kota Yogyakarta ada yang berbeda dibanding dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Rangkaian HUT Ke-269 Kota Yogyakarta tahun ini merupakan sinergisitas antara bermacam program Pemerintah Kota Yogyakarta dengan keterlibatan masyarakat.
Adapun tema “Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat” bermakna semangat gotong royong untuk membangun kerekatan sosial yang lebih kuat, dikolaborasikan dengan penumbuhan iklim inovasi lebih baik agar pembangunan di Kota Yogyakarta berjalan lebih cepat guna mencapai tujuan bersama.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengemukakan, bahwa peringatan HUT Kota Yogyakarta harus menjadi momentum perubahan. Bukan sekadar perayaan seremonial peringatan. Menurutnya, harus menjadi titik balik, momentum perubahan untuk menjadikan kota kita lebih tertata, lebih manusiawi, dan lebih baik ke depan.
“Ada sejumlah kegiatan penanda HUT atau Hari Jadi Kota Yogyakarta. Saya sudah memimpin rapat dengan panitia dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Yogyakarta mengenai perubahan apa saja yang akan dibuat,” ujar Hasto, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Terutama peningkatan pelayanan publik dan kebersihan. Dicontohkan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta akan mengurus gelandangan dan pengamen (gepeng) serta di mana mereka akan ditempatkan,” imbuhnya.
Pihaknya juga berharap setelah hari jadi lewat ada perubahan keadaan di Kota Yogyakarta dalam berbagai aspek yang menyangkut masalah ketugasan di OPD masing-masing. “Setidaknya ada 14 penanda HUT ke-269 Kota Yogyakarta,” ujar Hasto.
Ada pemasangan penjor di Sumbu Filosofi, penanda slogan kebersihan bernuansa Jawa, penggunaan pakaian khas Yogyakarta bagi pelaku usaha di Sumbu Filosofi, deklarasi “Satu Kampung Satu Bidan” dan peluncuran aplikasi Jogja Sehat.
Selain itu ada deklarasi pendampingan kampung dari perguruan tinggi, Code Fest melibatkan komunitas pemancing dengan kegiatan memancing sampah, mengumpulkan dan memusnahkan. Peluncuran perluasan layanan parkir digital serta deklarasi Zero Gepeng.
“Ada juga penanda penggunaan Batik Segoro Amarto Reborn dan temu kemitraan Koperasi Kelurahan Merah Putih, peluncuran aplikasi Geotaktis, Tirakatan, peningkatan layanan kawasan Malioboro antara lain seperti penambahan car free night dan uji coba car free day 24 jam. Upacara HUT ke-269 Kota Yogyakarta serta peresmian gapura dan Taman Sentra Bakpia Pathuk,” beber Hasto.
Rangkaian HUT ke-269 Kota Yogyakarta juga diisi dengan berbagai lomba antara lain kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah organik, reduksi sampah transporter, mural antar sekolah, upaya pencegahan stunting dan cakupan pemeriksaan gratis.
“Kemudian tanggal Tujuh Oktober ada uji coba full pedestrian Malioboro. Tapi kita tidak ingin membuat atraksi-atraksi besar yang heboh. Alokasi anggaran HUT Kota dipakai untuk kegiatan layanan publik. Ada kompetisi untuk lomba-lomba terkait layanan publik,” ujar Hasto. (ted)












