bernasnews – Suasana tenang di sebuah warung angkringan di Jalan Bantul mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis, 2 Oktober 2025 malam. Seorang laki-laki paruh baya ditemukan meninggal dunia dalam posisi terlentang di atas lincak bambu.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga setempat, kemudian dilaporkan ke aparat desa sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba di lokasi.
Korban diketahui berinisial S (66), seorang tukang kunci yang sehari-hari bekerja di kawasan Sewon, Bantul. Ia dikenal masyarakat sekitar sebagai sosok pekerja keras dan sederhana, yang biasa menawarkan jasa kunci di simpang empat Kasongan.
Kronologi Penemuan Korban
Saksi pertama, Sujadi (60), seorang pedagang asal Pendowoharjo, menjadi orang terakhir yang berbincang dengan korban pada siang hari sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat itu, ia singgah di warung angkringan dan sempat berbicara dengan S. Dalam percakapan tersebut, korban mengaku sudah beberapa hari mengalami sesak napas.
Sujadi kemudian menyarankan agar S segera memeriksakan diri ke dokter, namun korban memilih beristirahat di warung.
Setelah perbincangan itu, Sujadi kembali ke rumah. Namun, sekitar pukul 23.30 WIB, ia datang lagi ke warung karena merasa khawatir terhadap kondisi korban. Saat tiba, ia mendapati S sudah dalam kondisi tidak bernyawa, terbaring di atas lincak bambu.
“Saksi pertama langsung memberitahu Rifki Hiban Rohmawan (34), warga sekitar yang juga mengenal korban. Setelah memastikan kondisi korban, Rifki segera melaporkan peristiwa itu ke petugas FPRB Pendowoharjo dan diteruskan ke Polsek Sewon,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto dikutip dari kabarjawa.com.
Saksi lain, Sukirjo (56), menuturkan bahwa sejak pagi korban sudah terlihat kurang sehat. Sekitar pukul 07.00 WIB, korban berangkat kerja dalam kondisi sempoyongan. Meskipun mengalami sesak napas, ia tetap memaksakan diri untuk bekerja seperti biasa.
“Korban memang dikenal tetap bekerja keras meski dalam keadaan sakit. Pagi itu ia masih keluar rumah, walau terlihat lemas, untuk mencari nafkah,” katanya.
Pemeriksaan Polisi dan Tim Medis
Mendapat laporan, Polsek Sewon bersama tim Inafis Polres Bantul segera menuju lokasi kejadian. Tim medis dari Puskesmas Sewon 2, PMI Bantul, serta relawan FPRB Pendowoharjo turut dikerahkan.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans PMI Bantul ke rumah duka.
Dokter Samsih dari Puskesmas Sewon 2 memastikan korban sudah meninggal lebih dari dua jam sebelum ditemukan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami menemukan beberapa obat dan selang oksigen atau sungkup nebulizer yang diduga milik korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban memang menderita gangguan pernapasan,” jelas petugas medis.
Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi maupun visum lanjutan.
“Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka tidak menghendaki proses otopsi,” tegas Iptu Rita.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya memeriksa kondisi kesehatan ketika muncul gejala serius.
Meski tidak ditemukan unsur kekerasan, aparat kepolisian tetap melakukan pencatatan dan dokumentasi lengkap sebagai bagian dari prosedur. (Eln)












