News  

Kebakaran Tengah Malam di Dlingo Hanguskan Rumah Warga, Kerugian Ditaksir Rp25 Juta

bernasnews – Suasana tenang Dusun Tegallawas, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis, 2 Oktober 2025 malam.

Sebuah rumah milik Wasidi, warga RT 02, dilalap api sekitar pukul 23.30 WIB. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat menyebabkan kerusakan cukup parah dan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Ngatijo, Ketua RT setempat. Ia mendengar suara letusan dari arah depan rumahnya sekitar pukul 22.30 WIB.

Merasa curiga, Ngatijo keluar untuk memastikan sumber suara. Saat itu ia mendapati api sudah membesar di rumah milik Wasidi. Tanpa menunggu lama, ia segera mengajak warga sekitar melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya.

Sementara warga berusaha memadamkan api, Suyoto, salah satu perangkat desa, langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Koordinasi cepat ini dilakukan agar api tidak menyebar ke rumah warga lainnya yang berjarak cukup berdekatan.

Beberapa saat kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Bantul tiba di lokasi. Tim pemadam bekerja bersama Tagana Dlingo, aparat Polsek Dlingo, relawan, dan masyarakat sekitar. Upaya pemadaman berlangsung intens karena api sudah terlanjur membesar dan melahap sebagian bangunan.

Petugas berjuang selama hampir dua jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 01.15 WIB dini hari. Proses pemadaman berlangsung tanpa hambatan berarti dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski begitu, rumah Wasidi mengalami kerusakan cukup berat, terutama di bagian depan dan ruang tengah.

Iptu Rita Hidayanto, PS Kasi Humas Polres Bantul, menyampaikan bahwa penyelidikan penyebab kebakaran masih berjalan. Dugaan sementara mengarah pada gangguan kelistrikan, namun kepolisian belum dapat memastikan sebelum proses investigasi selesai.

“Penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” ujarnya singkat seperti dikutip dari tugujogja.id.

Selain menjadi peristiwa yang merugikan secara materi, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi warga sekitar mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama saat malam hari.

Api dapat muncul tiba-tiba dari berbagai sumber, seperti korsleting listrik, tungku api, atau kelalaian kecil lainnya.

Iptu Rita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat. Ia menyebutkan bahwa tindakan cepat warga dan koordinasi yang baik dengan aparat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.

“Kejadian ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi darurat. Kolaborasi antara warga, aparat desa, hingga tim pemadam membuktikan bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan nyata dalam melindungi lingkungan dari ancaman bencana,” kata Iptu Rita.

Upaya bersama warga dan tim pemadam malam itu menjadi contoh nyata bagaimana solidaritas dapat berperan besar dalam situasi darurat.

Dalam beberapa kasus kebakaran serupa, keterlambatan penanganan awal seringkali memperparah kerusakan. Namun, tindakan cepat warga Tegallawas berhasil membantu proses pemadaman berjalan lebih efektif.

Kebakaran rumah Wasidi ini menjadi catatan penting bagi aparat dan masyarakat untuk meningkatkan langkah pencegahan.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman, serta menyediakan alat pemadam ringan di rumah dapat menjadi upaya dasar menghindari peristiwa serupa.

Polsek Dlingo bersama pihak terkait masih akan melanjutkan proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Sementara itu, warga sekitar ikut membantu membersihkan sisa kebakaran dan memberikan dukungan kepada Wasidi dan keluarganya yang terdampak. (Eln)