bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Masyarakat diminta mewaspadai hujan deras, angin kencang, petir, serta gelombang tinggi di perairan selatan.
Prakiraan Cuaca di Wilayah DIY
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di DIY akan mengalami perubahan signifikan sejak pagi hingga malam. Pada pagi hari, langit Yogyakarta masih cerah berawan. Namun memasuki siang hingga sore, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, serta wilayah utara Gunungkidul.
Adapun hujan ringan diprakirakan turun di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian tengah hingga selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.
Kondisi malam hari juga masih menyimpan potensi hujan ringan di hampir seluruh wilayah DIY. Menjelang dini hari, langit kembali berawan, meski tidak menutup kemungkinan terjadi hujan lokal dengan durasi singkat.
Suhu udara berkisar 22–32 derajat Celsius dengan kelembapan 70–95 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–30 km/jam. Kombinasi suhu lembap, kecepatan angin, dan awan pekat dapat memicu cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
Gelombang Tinggi di Perairan Selatan
Selain daratan, peringatan juga disampaikan untuk kawasan laut. Tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta diprakirakan mencapai 2,5–4,0 meter, masuk kategori tinggi. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap aktivitas nelayan, wisata bahari, serta kapal penyeberangan.
Dalam peringatan dini tersebut, BMKG meminta warga di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara tetap waspada.
Hujan lebat berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat menimbulkan pohon tumbang maupun genangan air.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta berhati-hati. Hujan deras dengan durasi panjang berpeluang menimbulkan luapan sungai atau banjir bandang, khususnya di kawasan berbukit seperti Gunungkidul bagian utara.
BMKG Yogyakarta menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Tanda-tanda alam seperti awan gelap, embusan angin kencang, atau petir yang muncul lebih awal perlu diperhatikan.
“Masyarakat perlu segera mencari tempat aman dan tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan deras turun. Kami juga mengingatkan untuk menunda aktivitas di laut karena gelombang sangat berbahaya,” kata BMKG Yogyakarta dalam keterangannya.
Dengan peringatan ini, BMKG berharap masyarakat dapat mengatur aktivitas harian dengan lebih aman, terutama nelayan, petani, pelajar, dan pekerja yang masih banyak beraktivitas di luar ruangan.












