Harga BBM per Oktober 2025 Resmi Pertamina, Ini Rinciannya

Ilustrasi harga BBM Oktober 2025 Pixabay.com)

bernasnews – Mulai tanggal 1 Oktober 2025, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Informasi resmi ini diumumkan melalui laman Pertamina dan langsung berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Kabar ini menjadi penting karena berpengaruh langsung terhadap biaya transportasi harian masyarakat.

Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi

Harga terbaru yang ditetapkan Pertamina menunjukkan adanya kenaikan pada jenis BBM diesel seri Dex. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamina Dexlite kini naik menjadi Rp13.700 per liter, dari sebelumnya Rp13.600 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex turut mengalami kenaikan dari Rp13.850 per liter menjadi Rp14.000 per liter. Berbeda dengan kedua jenis tersebut, beberapa varian BBM lainnya justru tidak mengalami perubahan. Pertamax (RON 92) masih dipasarkan dengan harga Rp12.200 per liter, Pertamax Green 95 tetap Rp13.000 per liter, dan Pertamax Turbo (RON 98) dijual seharga Rp13.100 per liter.

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Selain menyesuaikan harga BBM non-subsidi, Pertamina juga menegaskan bahwa BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar (CN 48) masih dipasarkan Rp6.800 per liter.

Hal ini memberikan kelegaan bagi sebagian besar masyarakat yang masih mengandalkan BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Dasar Penetapan Harga BBM Oktober 2025

Penyesuaian harga BBM ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Regulasi tersebut mengatur formula harga dasar sebagai pedoman dalam menentukan harga jual eceran BBM, baik bensin maupun solar, yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Dengan adanya aturan ini, harga BBM di Indonesia mengikuti dinamika harga minyak mentah di pasar global. Artinya, setiap bulan harga bisa saja mengalami kenaikan ataupun penurunan, tergantung fluktuasi harga minyak dunia.

Tidak hanya Pertamina, perusahaan penyedia BBM lain seperti Shell, BP, dan Vivo juga melakukan penyesuaian harga pada periode yang sama. Per 1 Oktober 2025, seluruh SPBU kompak menaikkan harga jual bahan bakar minyak mereka.

Hal ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga bukan hanya dipengaruhi oleh kebijakan dalam negeri, melainkan juga faktor global yang berdampak langsung pada biaya impor dan distribusi.

Dampak bagi Konsumen

Bagi masyarakat, kenaikan harga BBM khususnya pada Pertamina Dex dan Dexlite akan berpengaruh pada sektor transportasi, terutama pengguna kendaraan bermesin diesel. Meski demikian, harga BBM bersubsidi yang masih stabil diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Untuk mengetahui detail harga terbaru di setiap wilayah, konsumen dapat mengecek langsung melalui aplikasi MyPertamina yang selalu diperbarui setiap ada perubahan.

Rincian Harga BBM Pertamina Oktober 2025 di DKI Jakarta dan Pulau Jawa

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tetap)
  • Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter (tetap)
  • Pertamax (RON 92): Rp12.200 per liter (tetap)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter (tetap)
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp13.000 per liter (tetap)
  • Dexlite (CN 51): Rp13.700 per liter (naik dari Rp13.600)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp14.000 per liter (naik dari Rp13.850)

Harga BBM Pertamina per Oktober 2025 mengalami perubahan pada jenis Dexlite dan Pertamina Dex, dengan kenaikan Rp100 hingga Rp150 per liter. Sementara itu, jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Pertalite, dan Biosolar masih bertahan di harga lama.

Penyesuaian harga ini merupakan langkah reguler yang dilakukan Pertamina untuk menyesuaikan dengan fluktuasi harga minyak global serta kebijakan pemerintah melalui Kepmen ESDM. Masyarakat disarankan untuk terus memperbarui informasi harga agar dapat menyesuaikan anggaran transportasi dengan tepat.

***