bernasnews – Gunungkidul digegerkan peristiwa kebakaran rumah pada Selasa, 30 September 2025 siang. Rumah milik warga di Padukuhan Putat Wetan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, ludes terbakar saat ditinggal pemiliknya bekerja.
Api yang diduga berasal dari kamar depan dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah hingga meludeskan perabot berharga.
Kronologi Kejadian
Diberitakan kabarjawa.com, sekitar pukul 09.45 WIB, Puji Lestari, dukuh dari Dusun Kerjan, melintas di dekat rumah milik Rahmad Nurjaya (54).
Ia melihat asap pekat membumbung ke langit cerah dan segera mendekat. Dari jarak dekat, terlihat kobaran api sudah melahap kamar depan rumah.
Puji kemudian melaporkan kejadian itu ke Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Putat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Warga yang mengetahui kebakaran segera berdatangan dengan perasaan panik dan prihatin.
Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran Kabupaten Gunungkidul tiba di lokasi. Bersama anggota Polsek Patuk, FPRB Putat, serta warga sekitar, mereka berusaha menjinakkan api.
Proses pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam. Pada pukul 10.45 WIB, api berhasil dipadamkan, meski bangunan rumah mengalami kerusakan parah.
Dugaan Penyebab
Humas Polsek Patuk, Aipda Purwanto, menyampaikan bahwa api diduga berasal dari kamar depan. Api cepat menjalar ke atap dan menghanguskan perabotan seperti tempat tidur, lemari, serta perlengkapan rumah tangga lainnya.
“Beruntung tidak ada korban jiwa karena rumah dalam keadaan kosong,” ungkapnya.
Saat kebakaran terjadi, Rahmad Nurjaya tidak berada di rumah. Ia sedang menjalankan tugas mengajar di SMP Negeri 2 Patuk. Kondisi rumah yang kosong membuat api leluasa melahap isi bangunan tanpa ada upaya pencegahan sejak awal.
Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka hanya bisa menyaksikan puing-puing yang tersisa setelah api padam.
Kerugian dan Data Korban
BPBD Gunungkidul mencatat peristiwa ini sebagai bencana non-alam. Faktor angin kencang disebut turut memperbesar kobaran api. Laporan resmi menyebutkan satu kepala keluarga dengan lima jiwa terdampak.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta. Kerusakan terparah terjadi di kamar utama, bagian atap, dan perabot berharga lainnya. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Usai api berhasil dipadamkan, warga bersama FPRB Putat melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing. Kebutuhan darurat berupa logistik, terpal, dan bahan bangunan mulai dipersiapkan untuk membantu keluarga korban.
“Warga akan bersama-sama membantu membangun kembali rumah Pak Rahmad. Ini sudah menjadi tradisi gotong royong di kampung kami,” ujar Dian Febro Ariyanta, dukuh Putat Wetan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada.
“Kami mengimbau warga selalu memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan barang-barang yang berpotensi menimbulkan api ketika rumah ditinggalkan,” pesannya. (Eln)












