bernasnews — Berburu kuliner jadul dan langka di Pasar Lawas Mataram Kotagede memang harus cukup jeli dan cermat mengingat banyak kuliner jadul (jaman dulu) serupa yang masih banyak dijual di pasar-pasar tradisional maupun di event – event serupa.
Menurut pengamatan bernasnews saat berkunjung di Pasar Lawas Mataram 2025, yang bertema “Kebak Tanpo Luber”, mendapati lapak kuliner unik dan autentik bernama “Prawan Kenes”, tepatnya di Halaman Masjid Gede Mataram Kotagede, Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Minggu pagi (28/9/2025).
Nama Prawan Kenes dalam bahasa Jawa mempunyai makna atau arti perawan (gadis) yang amat lincah dan genit. Hal ini merujuk makanan tradisional khas Yogyakarta, dengan tekstur makanan yang licin dan sulit dipegang.
Pasalnya adanya lumuran santan kental sehingga kuliner ini menjadi personifikasi dari sosok seorang gadis licah nan genit, bak jinak-jinak merpati yang sulit digapai karena kekenesannya.
“Prawan Kenes merupakan kuliner tradisional yang bersumber dari Kraton Yogyakarta. Berbahan utama dari pisang kepok dikepit kemudian di-oven terus dioles memakai santan kental dan karamel tiga kali, lantas di-oven lagi,” terang Ida, di lapaknya, di Pasar Lawas Mataram, Kotagede.
“Kemudian dikemas atau dibungkus dengan daun pisang sesuai bentuknya. Prawan Kenes dibikin hanya pas event ini (Pasar Lawas Mataram, red) alias bikin hanya setahun sekali,” imbuh warga asli Karangduren, Kotagede yang didampingi oleh dua temannya.
Menurut sumber, Prawan Kenes merupakan makanan favorit para raja di Kraton Yogyakarta, khususnya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan HB IX. Makanan ini disajikan sebagai hidangan appetizer (pembuka) atau dessert (penutup), tergantung pada keinginan Sultan.
Adapun cita rasa manis dan gurih yang unik, dipengaruhi oleh budaya Belanda, Cina, dan Portugis. Santan dan gula Jawa menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa manis dan yang otentik dalam Prawan Kenes.
Sementara event Pasar Lawas Mataram Kotagede diselenggarakan pertama kali pada tahun 2018, telah menjadi event tahunan yang dengan konsisten menampilkan geliat ekonomi kerakyatan setempat, yang dahulunya merupakan pusat atau ibukotanya Kerajaan Mataram Islam.
Pasar Lawas Mataram Kotagede 2025, bertema “Kebak Tanpo Luber” yang bermakna filosofi pemanfaatan potensi secara optimal tanpa berlebihan, menjaga keaslian agar tidak hilang serta menciptakan harmoni, digelar tanggal 26 – 28 September, Jam 10:00 – 21:00 WIB. Menampilkan sekitar 55 lapak kuliner dan satu panggung kesenian. (ted)












