bernasnews – Seorang pria asal Sleman menjadi korban pemerasan setelah dijebak saat menemui seorang perempuan di wilayah Banguntapan, Bantul. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di kawasan Pamotan, Jambidan, pada Selasa, 16 September 2025 dini hari.
Kasus ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto. Menurutnya, kepolisian telah menerima laporan dari korban dan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap para pelaku yang terlibat.
Kronologi Kejadian
Diberitakan kabarjawa.com, insiden bermula pada Senin, 15 September 2025 malam sekitar pukul 21.45 WIB. Korban berinisial AAP (32), warga Purwomartani, Kalasan, Sleman, mendatangi rumah seorang perempuan yang mengaku bernama L di kawasan Pamotan.
Awalnya, pertemuan itu berjalan normal tanpa masalah. Namun suasana mendadak berubah ketika lima orang pria muncul secara tiba-tiba.
Salah satu di antaranya langsung mengaku sebagai suami dari L. Dengan nada tinggi, pria tersebut menuduh korban telah berselingkuh dengan istrinya.
Korban yang terkejut tidak mampu berbuat banyak. Ia kemudian dipaksa menandatangani surat pernyataan yang menyebut dirinya berselingkuh dengan L.
Dalam dokumen itu juga tercantum janji korban untuk memberikan “tali asih” sebesar Rp20 juta kepada pihak yang mengaku sebagai suami.
Tidak berhenti di situ, kelompok pelaku juga memaksa AAP mentransfer uang ke rekening atas nama Swara Panji Pangestu Sembiring.
Dalam tekanan dan ancaman, korban akhirnya mengirim uang sebesar Rp5,2 juta melalui rekening BCA.
Laporan ke Polisi
Setelah peristiwa itu, korban yang mengalami kerugian memberanikan diri untuk melapor ke Polsek Banguntapan. Polisi langsung menindaklanjuti laporan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti awal.
“Benar telah terjadi dugaan pemerasan di wilayah Banguntapan. Kasus ini sudah dilaporkan dan masih dalam proses penyelidikan,” jelas Iptu Rita Hidayanto.
Polisi menduga kejadian ini telah direncanakan secara matang. Perempuan diduga berperan sebagai umpan untuk memancing korban.
Setelah korban masuk dalam skenario, kelompok pria kemudian muncul dengan peran sebagai suami yang memergoki perselingkuhan. Dari situ, korban dipaksa membuat pengakuan palsu dan memberikan uang dalam jumlah besar.
Proses Penyelidikan
Hingga kini, aparat kepolisian masih menelusuri identitas perempuan berinisial L beserta lima pria yang terlibat. Aliran dana dari rekening yang dipakai untuk menerima transfer juga menjadi salah satu fokus penyelidikan.
Kasus seperti ini mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap ajakan pertemuan dari orang yang belum dikenal dengan baik.
Polisi mengimbau agar setiap kejadian yang mencurigakan segera dilaporkan agar tidak menimbulkan korban lain. (Eln)












