bernasnews– Warga Perum Griya Windriya, Dusun Prancak Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, mendadak geger pada Sabtu sore, 20 September 2025. Seorang lelaki paruh baya bernama Edi Perangin Angin, kelahiran Medan, 1 Januari 1976, ditemukan meninggal dunia dalam posisi duduk di kursi kontrakannya.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kabar temuan mayat tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga sekitar.
Kronologi Penemuan Mayat Lelaki Paruh Baya
Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Beny Tiar Wahyudi, rekan korban yang tinggal di Yogyakarta, mencoba menghubungi Edi melalui pesan WhatsApp. Namun, pesan itu tak pernah terbaca. Ia lalu menghubungi lewat telepon, tetapi tetap tak ada jawaban.
Rasa curiga Beny semakin besar. Ia kemudian mendatangi kontrakan korban sekitar pukul 17.00 WIB. Beny mengetuk pintu berkali-kali, tapi tak ada sahutan dari dalam rumah. Perasaan tak enak menyelimuti dirinya.
Karena panik, Beny meminta bantuan kepada Wahyudiharto, tetangga kontrakan korban. Mereka lalu menghubungi ketua RT setempat, Prasetyo Purnomo. Tak berhenti di situ, seorang anggota polisi sekaligus warga sekitar, Ridwan Nur Pratama, ikut bergabung.
Keempat saksi kemudian berdiri di depan pintu kontrakan Edi. Pintu terkunci rapat. Ridwan akhirnya mendobrak pintu. Edi Perangin Angin sudah kaku tak bernyawa, duduk bersandar di kursi makan.
Pemeriksaan Petugas
Polisi dari Polsek Sewon segera datang ke lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Sewon 2, Inafis Polres Bantul, PMI Bantul, hingga Linmas Kalurahan Panggungharjo. Petugas melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan memastikan kondisi korban.
Dokter Nurmaida dari Klinik Basuki Amaliya Kweni yang melakukan pemeriksaan awal memastikan bahwa korban sudah meninggal lebih dari empat jam sebelum ditemukan. Dokter tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan kuat korban meninggal karena kerusakan organ dalam, mengingat riwayat penyakit jantung yang dideritanya,” jelasnya.
Menurut, warga yang pertama menemukan korban, menuturkan bahwa ia sering menemani Edi berobat ke RS Bethesda Yogyakarta.
“Almarhum sudah lama mengeluhkan sakit jantung,” ungkapnya.
Polisi mengungkap identitas korban secara resmi. Lelaki tersebut bernama lengkap Edi Perangin Angin, seorang wiraswasta yang beralamat di Pajeksan GT I/507 RT 030 RW 008, Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Yogyakarta.
Edi dikenal pendiam di lingkungan kontrakannya. Namun, ia masih berhubungan baik dengan teman-temannya. Kepergiannya secara mendadak meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan warga sekitar.
“Baru kemarin tetangga melihat korban duduk di depan rumah,” ujar Iptu Rita menirukan satu warga.
Petugas akhirnya mengevakuasi jenazah lelaki paruh baya itu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan kasus ini murni karena sakit, bukan tindak pidana. (ef linangkung)












