News  

Sri Paduka Tekankan Kompleksitas Masalah Pertanahan Yogyakarta saat Sambut Kepala BPN Baru

bernasnews – Suasana hangat mewarnai Gedhong Pare Anom di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Rabu, 17 September 2025, ketika Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY yang baru, Sepyo Achanto.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi momentum penyambutan pimpinan baru, tetapi juga sekaligus perpisahan bagi pejabat sebelumnya, Dony Erwan Brilianto, yang telah bertugas selama tujuh bulan di DIY.

Dalam kesempatan tersebut, Paku Alam X menyampaikan apresiasi atas dedikasi Dony Erwan selama memimpin Kanwil BPN DIY. Menurutnya, kerja sama antara BPN DIY dan Pemerintah Daerah DIY berjalan dengan baik berkat dukungan dan komitmen yang dibangun selama masa tugas Dony.

“Selamat datang di DIY dan selamat bertugas bagi Kepala Kanwil BPN DIY yang baru. DIY memang kecil, tetapi memiliki dinamika tersendiri. Semoga ke depan sinergi antara Pemda DIY dan BPN DIY dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Sri Paduka seperti diberitakan kabarjawa.com.

Ia menekankan bahwa keberadaan status keistimewaan DIY membawa konsekuensi teknis dalam pengelolaan pertanahan, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam setiap pengambilan kebijakan.

Koordinasi yang kuat antara Pemda DIY dan BPN, menurutnya, menjadi hal penting agar tidak muncul polemik di kemudian hari.

“Dengan adanya keistimewaan DIY tentu terdapat konsekuensi teknis yang perlu disikapi dengan hati-hati. Harapan kami, koordinasi dapat berjalan lancar dengan seminimal mungkin diskresi kebijakan, serta mampu menghasilkan solusi yang adil dan bijaksana. Prinsipnya, ngeli nanging ojo keli,” tegasnya.

Paku Alam X juga menyoroti tantangan yang masih membayangi urusan pertanahan di wilayah DIY. Meski secara geografis wilayah ini tergolong kecil, ragam persoalan yang dihadapi dinilai cukup kompleks, mulai dari konflik batas tanah, persoalan warisan agraria, hingga status tanah kas desa.

“Permasalahan pertanahan di DIY sangat beragam meski wilayahnya relatif kecil. Karena itu, penguatan koordinasi dengan Dispertaru DIY menjadi sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar berpadu,” ucapnya.

Sementara itu, Sepyo Achanto menyampaikan rasa syukur atas amanah baru yang diembannya. Ia berkomitmen menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi yang telah terbangun antara BPN DIY dan Pemda DIY.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat diterima dengan baik oleh Sri Paduka. Ke depan, koordinasi yang sudah terjalin baik akan kami tingkatkan, serta kami akan menyesuaikan pelaksanaan tugas dengan kebijakan Pemda DIY,” ujar Sepyo.

Ia menambahkan bahwa BPN DIY siap memperluas kolaborasi lintas instansi, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota. Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak boleh sebatas formalitas, melainkan harus berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi terbaik, memperkuat sinergi, serta meningkatkan pelayanan publik baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.

Dalam acara yang sama, Dony Erwan Brilianto menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas dukungan yang telah ia terima selama bertugas di Yogyakarta. Ia menilai dukungan Pemda DIY menjadi salah satu faktor utama kelancaran berbagai program pertanahan di bawah kepemimpinannya.

“Saya berterima kasih atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa dari Pemda DIY. Semoga sinergi ini terus terjaga dan semakin kuat di bawah kepemimpinan Pak Sepyo,” tutur Dony.

Pertemuan tersebut menandai transisi kepemimpinan di Kanwil BPN DIY, yang diharapkan dapat membawa keberlanjutan kerja sama antara lembaga pertanahan dan pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi kompleksitas persoalan agraria di wilayah keistimewaan Yogyakarta. (Eln)