bernasnews – Nama Mukit Hendrayatno semakin dikenal luas di dunia usaha berkat kiprahnya membangun bisnis dari skala kecil hingga berkembang menjadi perusahaan besar.
Ia tidak hanya fokus pada pengembangan produk jamu tradisional dan susu kambing etawa, tetapi juga aktif mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan, seminar, dan pendampingan.
Perjalanan panjangnya memperlihatkan bahwa komitmen untuk menjaga warisan tradisi sekaligus membuka diri terhadap teknologi modern mampu memberikan dampak besar, baik bagi masyarakat maupun perekonomian daerah.
Dari Usaha Jamu hingga Susu Kambing Etawa
Mukit Hendrayatno memulai kiprahnya di industri jamu dengan mendirikan PT Tresno Jamu Indonesia. Usaha tersebut kemudian berkembang dan melahirkan merek besar seperti Etawalin, yang dikenal sebagai produsen jamu dan susu kambing etawa.
Hingga kini, perusahaannya telah menghasilkan lebih dari 50 merek jamu, kapsul herbal, serta produk susu yang beredar di berbagai wilayah Indonesia.
Kisah Etawalin menjadi bukti nyata bahwa usaha kecil mampu tumbuh menjadi manufaktur besar jika dikelola dengan visi jelas dan strategi yang tepat. Dari hanya memiliki sekitar 50 karyawan, jumlah tenaga kerja di bawah naungan perusahaan Mukit meningkat pesat hingga mencapai seribu orang lebih dalam beberapa tahun.
Saat ini, Ethos dan unit bisnis yang dipimpinnya mempekerjakan sekitar 1.500 orang, dengan mayoritas generasi muda dari kalangan generasi Z.
Selain susu etawa, produk-produk lain yang dikembangkan antara lain madu, ubi irut, hingga olahan herbal khas Indonesia. Semua produk ini tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga telah menembus pasar nasional mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga daerah lainnya.
Peran Besar dalam Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia
Di samping membangun bisnis, Mukit Hendrayatno juga dipercaya memimpin organisasi profesi. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI). Melalui wadah ini, ia gencar menyuarakan pentingnya menjaga keaslian jamu tanpa tambahan bahan kimia obat (BKO).
Menurut Mukit, bahan kimia tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga merusak keberlanjutan industri jamu tradisional yang berbasis pada sumber daya lokal.
Ia menekankan bahwa 90 persen bahan baku jamu Indonesia masih berasal dari hasil pertanian dalam negeri. Oleh karena itu, pemasaran berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan media sosial menjadi strategi untuk mengangkat potensi lokal ke level lebih tinggi.
Membangun Ekosistem Digital Lewat Ethos Kreatif Indonesia
Mukit Hendrayatno juga dikenal sebagai Komisaris Utama PT Ethos Kreatif Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing dan pengembangan talenta lokal.
Melalui program Ethos Digital Marketing Bootcamp, ia memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM dan generasi muda untuk belajar strategi pemasaran modern.
Salah satu langkah nyata adalah kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Program ini diwujudkan melalui seminar dan pelatihan digital marketing gratis yang digelar di Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas.
Puluhan pelaku UMKM ikut serta dalam pelatihan tersebut dan mendapatkan pendampingan intensif untuk mengembangkan usaha mereka di ranah digital.
Ethos kini berkembang pesat dengan omzet bulanan mencapai miliaran rupiah, bahkan kadang menyentuh belasan miliar. Jaringan mitra yang dimiliki pun luar biasa, yakni mencapai 20 ribu pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka meliputi petani irut, peternak lebah madu, pembudidaya sidat, dan banyak lagi. Kolaborasi ini membuktikan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya dinikmati oleh pemilik perusahaan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi bagian dari rantai produksi.
Sosok Motivator bagi Generasi Muda
Selain sebagai pengusaha sukses, Mukit juga dikenal sebagai seorang motivator. Ia kerap diundang menjadi pembicara dalam berbagai acara, termasuk memberikan semangat kepada para siswa dalam acara pembaretan di Sekolah Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Bagi Mukit, keunggulan adalah pondasi penting untuk membangun karya dan mengembangkan diri. Pesan ini selalu ia tekankan dalam setiap kesempatan, terutama kepada generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.
Jabatan Baru di KB PII
Kiprah Mukit Hendrayatno tidak berhenti pada dunia bisnis dan organisasi jamu. Pada Agustus 2025, ia resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi dalam kepengurusan baru Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII).
Penunjukan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi anggota KB PII di daerah yang sebagian besar bergerak di sektor UMKM.
Dalam sebuah wawancara, Mukit menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah melalui program pelatihan serta pendampingan yang berkesinambungan. Ia percaya bahwa penguatan sektor UMKM adalah kunci dalam membangun perekonomian nasional dari akar rumput.
Menyatukan Tradisi dan Inovasi
Jika ditarik benang merah, perjalanan hidup Mukit Hendrayatno selalu berhubungan dengan semangat untuk menyatukan tradisi dan inovasi. Warisan leluhur berupa jamu dan produk alami ia kemas menjadi bisnis modern, sementara teknologi digital ia gunakan untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing UMKM.
Keberhasilan ini bukan hanya memberi manfaat bagi dirinya, tetapi juga bagi ribuan mitra dan karyawan yang bekerja bersamanya. Dengan strategi yang konsisten, ia berhasil menggerakkan sektor riil sekaligus menginspirasi banyak pengusaha lain untuk terus berinovasi tanpa melupakan akar tradisi.
Kiprah Mukit Hendrayatno membuktikan bahwa kombinasi antara kecintaan pada tradisi dan pemanfaatan teknologi modern dapat menciptakan peluang besar.
Dari usaha jamu hingga susu kambing, dari pelatihan digital hingga pemberdayaan UMKM, ia menunjukkan bahwa kesuksesan bisa diraih ketika usaha dikelola dengan visi, integritas, dan semangat berbagi manfaat.
Dengan ratusan ribu produk yang beredar, ribuan tenaga kerja yang terserap, dan puluhan ribu mitra yang terlibat, kiprahnya memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin membangun usaha dari nol.
Ia juga masih memiliki Yayasan Amal Bunda dan Klinik Amalia yang diperuntukkan bagi masyarakat Cilacap dan sekitarnya.
***












