bernasnews – Ketenangan dini hari di Dusun Bakulan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, mendadak berubah mencekam ketika kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi dari dapur sebuah rumah warga.
Kepulan asap pekat menyelimuti langit malam, disertai teriakan panik warga yang berlarian meminta pertolongan. Peristiwa kebakaran ini menimpa rumah milik Wardiyana (65), seorang wiraswasta yang tinggal di RT 04, Bakulan.
Api melalap habis dapur, sebagian besar isi rumah, serta tiga sepeda motor yang terparkir di dalamnya hingga rata dengan tanah. Dugaan sementara, api bersumber dari kebocoran kompor gas yang digunakan untuk mengukus arem-arem.
Api Muncul Mendadak saat Warga Terlelap
Diberitakan tugujogja.id, musibah terjadi pada Minggu dini hari, 14 September 2025, sekitar pukul 01.30 WIB, ketika sebagian besar warga masih terlelap. Menurut kesaksian Novi (45), tetangga korban, api pertama kali terlihat muncul dari bagian dapur rumah Wardiyana.
“Melihat kobaran yang makin membesar, saya langsung berteriak minta tolong,” ujar Novi.
Teriakan itu membangunkan warga sekitar. Mereka berlarian keluar rumah, membawa ember dan alat seadanya untuk mencoba memadamkan api.
Sementara itu, Dukuh Bakulan, Tanto (46), segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul dan Polsek Bantul untuk meminta bantuan pemadaman.
Namun, api yang sudah terlanjur membesar sulit dikendalikan hanya dengan alat seadanya. Dalam waktu singkat, kobaran menyebar ke seluruh dapur dan ruangan sekitarnya.
Pemadam dan Polisi Diterjunkan ke Lokasi
Sekitar pukul 02.30 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Bantul tiba di lokasi. Beberapa menit kemudian, dua armada tambahan menyusul untuk mempercepat penanganan.
Petugas kepolisian dari Polsek Bantul juga hadir untuk melakukan pengamanan dan menghalau warga agar tidak mendekat terlalu dekat ke titik api.
Selama kurang lebih satu jam, petugas berjibaku memadamkan kobaran. Dengan semprotan air bertekanan tinggi, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.30 WIB. Ketika bara benar-benar padam, yang tersisa hanyalah puing bangunan hangus dan rangka kendaraan yang gosong.
Polisi: Kerugian Capai Rp90 Juta
Kapolres Bantul melalui PS Kasi Humas, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materi yang ditimbulkan cukup besar.
“Tiga unit sepeda motor milik korban, yakni Honda Vario, Honda Beat, dan Supra 125, ikut terbakar. Estimasi kerugian mencapai Rp90 juta,” tegas Iptu Rita.
Hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian menunjukkan api diduga berasal dari kebocoran kompor gas yang digunakan korban untuk mengukus arem-arem. Percikan api diduga langsung menyambar gas yang bocor, lalu menjalar ke dapur yang banyak berisi material mudah terbakar.
Dalam hitungan menit, api merambat ke seluruh ruangan dan membakar habis dapur beserta isinya.
Imbauan Waspada dari Kepolisian
Iptu Rita mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan kompor gas, terutama saat malam hari. Ia menekankan pentingnya memeriksa kondisi selang, regulator, serta memastikan api sudah benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu memastikan peralatan dapur dalam kondisi aman. Jangan sampai peristiwa serupa terulang,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil di dapur dapat berujung pada kerugian besar. Warga diimbau untuk selalu mengecek kelayakan peralatan gas dan tidak meninggalkannya dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. (Eln)












