News  

Bara Sisa Masak Nira Picu Kebakaran di Pajangan Bantul, Dapur Ludes

Kebakaran Rumah/Foto Ilustrasi: Pixabay

bernasnews— Suasana sore yang semula tenang di Padukuhan Butuh Lor, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Bantul, mendadak berubah mencekam.

Pada Sabtu, 13 September 2025, dapur milik Jumiran (70) tiba-tiba dilalap si jago merah ketika ditinggalkan penghuninya untuk menunaikan sholat Maghrib.

Asap hitam pekat membumbung dari bangunan dapur berdinding anyaman bambu itu, menarik perhatian warga sekitar. Dalam hitungan menit, api dengan cepat membesar, menghanguskan seluruh ruangan yang biasa digunakan Jumiran untuk memasak nira atau legen, bahan dasar gula tradisional.

Menurut keterangan PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kebakaran tersebut bermula saat Jumiran merebus nira menggunakan tungku berbahan bakar serabut kelapa.

Setelah merasa api sudah padam, ia meninggalkan dapur untuk sholat. Namun, bara kecil yang tersisa justru memicu api kembali menyala dan menjalar cepat ke seisi dapur.

“Korban tidak menyangka bara api yang dianggap sudah mati justru menyulut kebakaran. Saat api membesar, saksi bernama Jumadi melihat asap mengepul dari dapur. Ia segera memberi tahu keluarga dan warga sekitar,” ungkap Iptu Rita dikutip dari kabarjawa.com.

Api Cepat Membesar, Warga Kewalahan

Melihat kobaran api yang kian membesar, warga sekitar spontan berlarian membawa ember dan gayung berisi air untuk membantu memadamkan api.

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Si jago merah justru semakin mengamuk, melumat bangunan dapur kayu dalam waktu singkat.

Karena api semakin sulit dikendalikan, warga akhirnya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul. Sekitar 10 menit setelah mendapat laporan, tim damkar tiba di lokasi dengan perlengkapan lengkap. Mereka langsung menyemprotkan air ke titik api yang masih menyala.

Butuh waktu sekitar 15 menit bagi petugas untuk memastikan api benar-benar padam. Meski demikian, seluruh bangunan dapur sudah hangus rata, termasuk atap, peralatan memasak, hingga bahan baku nira yang sehari-hari digunakan Jumiran untuk membuat gula.

“Meski berhasil dipadamkan, dapur milik Jumiran sudah terlanjur hangus. Atap, peralatan memasak, hingga bahan baku pembuatan gula nira tak ada yang tersisa,” ujar Iptu Rita.

Tak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp10 Juta

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, Jumiran harus merelakan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp10 juta. Seluruh hasil jerih payahnya untuk memasak nira habis dilalap api.

“Korban mengalami kerugian material sekitar sepuluh juta rupiah. Beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut,” tambah Iptu Rita.

Imbauan Kewaspadaan dari Aparat

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan tungku api tradisional. Bara kecil yang tampak padam bisa menjadi pemicu kebakaran besar jika ditinggalkan tanpa pengawasan.

Pihak kepolisian bersama Damkar mengimbau agar warga memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur. Langkah sederhana ini dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda.

“Jangan pernah lengah. Pastikan api benar-benar mati sebelum ditinggal. Kejadian ini semoga bisa jadi pelajaran untuk kita semua,” pesan Iptu Rita. (Eln)