bernasnews– Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat siang (12/9/2025) penuh dengan aroma laut dan semangat.
Wajan berasap, rempah-rempah berpadu, dan tawa ibu-ibu dari seluruh kabupaten/kota di DIY menyalakan gairah baru. Mereka menjadikan gastronomi ikan sebagai motor ekonomi, pilar kesehatan, sekaligus penjaga budaya kuliner Nusantara.
Pemda DIY melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Tim Penggerak PKK DIY dan Dharma Wanita Persatuan DIY menggelar Lomba Masak Serba Ikan Tingkat DIY 2025.
Dengan tema Protein Ikan untuk Generasi Emas, acara ini menjelma menjadi gerakan bersama untuk mendorong konsumsi ikan, memperkuat gizi masyarakat, dan melestarikan kuliner berbasis kearifan lokal.
Penyelamat Generasi dari Stunting
Melansir dari tugujogja.id, Penjabat Sekretaris Daerah DIY, Aria Nugrahadi, menegaskan bahwa lomba ini adalah tonggak transformasi, bukan sekadar kompetisi dapur.
“Gastronomi ikan memiliki tiga potensi besar: penggerak ekonomi, media edukasi dan kesehatan, serta pelestari budaya. Mari kita hidangkan santapan yang membangkitkan, bukan sekadar mengenyangkan,” serunya penuh semangat.
Hal senada disampaikan TO Suprapto, perwakilan Ketua TP PKK DIY. Ia menyoroti fakta bahwa angka stunting di Indonesia pada 2024 masih 19,8%.
“Ikan adalah jawaban. Omega-3 dalam ikan membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Minimal, keluarga harus makan ikan dua sampai tiga kali seminggu,” tegasnya.
Data mencatat, konsumsi ikan nasional naik dari 56,48 kg/kapita (2022) menjadi 57,61 kg/kapita (2023). Namun DIY masih tertinggal dengan 35,83 kg/kapita.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, lomba tahun ini diikuti 10 tim dari seluruh kabupaten/kota. Setiap tim menyajikan tiga menu berbahan utama ikan tuna: menu keluarga, menu balita, dan kudapan.
Pemilihan tuna bukan tanpa alasan. Tuna kaya protein, omega-3, vitamin D, hingga fosfor, menjadikannya emas biru yang baik untuk jantung, tulang, dan kecerdasan otak.
Menu keluarga dimasak langsung di halaman pendopo, sementara menu balita dan kudapan dipajang di meja display. Selain itu, kompetisi kian menarik dengan penilaian dari lima juri profesional, termasuk ahli gizi UGM, chef, pakar perikanan, dan tata boga.
Pemenang Lomba Masak Serba Ikan 2025
Puncak acara mencapai klimaks saat dewan juri mengumumkan pemenang. Sorak-sorai menyambut Kelompok Sleman 1, dengan wakil Mujiyati dan Tri Nastiti Cahyaningtyas. Panitia menobatkan mereka sebagai Juara Umum.
Kreasi mereka memikat juri adalah sebagai berikut.
- Getuk Katun (Katul Tuna):Juara 1 Kudapan,
- Troli Tuna (Tongseng Roll Ikan Tuna): Juara 1 Menu Keluarga,
- Sop Labi-Labi (Sop Lubang Ikan): Juara Harapan 1 Menu Balita.
Kemenangan Sleman membuktikan kreativitas dapur bisa berakar dari budaya lokal, menyulap ikan menjadi karya gastronomi kelas dunia.
Lomba ini bukan akhir, melainkan awal gerakan. Gastronomi ikan menjelma menjadi jembatan antara dapur keluarga dan visi bangsa maritim. Ia bukan hanya menjaga warisan kuliner, tapi juga membangun ekonomi baru, meningkatkan gizi, dan menyalakan harapan bagi generasi emas Indonesia.
“Menjaga laut, mengolah ikan, dan menghadirkan ke meja makan adalah investasi terbesar untuk masa depan bangsa,” pesan Aria menutup acara.***(Eln)












