Wagub DIY: Olahraga Jadi Gaya Hidup, Sumber Energi dan Alat Pemersatu

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X (Foto: Istimewa)

bernasnews — Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 bukan sekadar ajang olahraga biasa. Porda adalah ruang bersama untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X yang sekaligus Ketua KONI DIY, dalam obrolan “Keris” (Kerabat Istimewa) bersama tiga pimpinan redaksi media di Jogja, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur DIY, Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Sri Paduka berbagi pandangannya mengenai Porda, di mana olahraga adalah energi yang menggerakkan. Menurutnya, Porda XVII DIY yang digelar di Gunungkidul pada 9–18 September 2025, bukan sekadar lomba namun lebih dari itu.

“Porda menjadi pesta rakyat DIY, ruang silaturahmi, serta momentum untuk meningkatkan potensi diri dan memperluas pengalaman,” tutur Sri Paduka, dikutip dari jogjaprov.go.id.

“Olahraga itu sarana untuk membangun kebersamaan, persaudaraan, sekaligus prestasi. Porda ini pesta olahraga tingkat DIY. Harapannya, semua bisa ikut merasakan semangatnya, bukan hanya atlet, tapi juga masyarakat,” lanjutnya.

Keberhasilan Porda tidak hanya diukur dari jumlah medali. Targetnya sederhana. Porda berjalan lancar, meriah, dan memberi pengalaman berharga. “Prestasi penting, tapi yang utama adalah sportivitas dan kebersamaan,” tegas Wakil Gubernur DIY.

Pandangan luas Sri Paduka terhadap olahraga tak lepas dari kecintaannya yang kuat pada dunia sport. Takmpak di ruang kerjanya, berjejer raket, bola, hingga koleksi jersey tim nasional. Semua itu merefleksikan keterikatan personal yang lebih dari sekadar simbol.

“Sekarang saya lebih banyak lari dan bersepeda. Itu yang bisa rutin dilakukan. Dulu, waktu muda, saya juga main bulu tangkis dan tenis,” ungkap Sri Paduka.

Kebiasaan ini tetap dijaga meski jadwalnya padat. Kadang pagi sebelum berangkat kerja, Sri Paduka menyempatkan diri untuk berlari singkat. Sore hari, jika ada waktu luang, bersepeda menjadi pilihannya.

“Kalau tidak olahraga, badan cepat capek. Dengan olahraga, pikiran juga jadi lebih segar,”tegasnya. Sri Paduka juga sempat menjawab saat ditanya seputar olahraga favoritnya.

Menurutnya, jika diberi kesempatan turun gelanggang di Porda, ada dua cabang olahraga yang ingin diikutinya. “Ada dua cabang yang pernah saya pelajari langsung dari kakek saya, Paku Alam VIII, yaitu memanah dan menembak air rifle. Jika diperkenankan ikut, saya akan memilih dua itu,” ungkap Sri Paduka dengan tersenyum.

Sri Paduka juga membagikan “resep” sederhana untuk menjaga kebugaran di balik kesibukannya dengan jadwal yang padat. “Yang pertama, bekerja itu harus ikhlas. Apapun tanggung jawab yang diberikan, dikerjakan semaksimal mungkin dengan senang hati. Memang kadang ada rasa lelah, tapi yang penting tetap semangat,” pesannya.

Untuk olahraga, Sri Paduka memilih aktivitas yang sederhana tapi rutin: yaitu jalan pagi setelah subuh. Selain itu, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu istirahat. “Saya kadang tidur sebentar di mobil atau di kantor. Banyak minum air putih juga penting,” imbuhnya.

“Kalau di Jogja, saya biasanya jalan pagi tanpa sepatu, nyeker, istilahnya. Jalan ke depan-belakang rumah, seperti grounding. Itu yang rutin saya lakukan, kecuali kalau pas dinas luar kota,” ujarnya.

Menurut Sri Paduka, kebiasaan kecil itu menjadi kunci. Olahraga bukan hanya soal prestasi, melainkan tentang hidup sehat, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Prinsip inilah yang ia ingin tularkan lewat Porda DIY 2025. (ted)