News  

Tasyakuran Maulid Nabi dan HUT ke-25, Dhibra Shiddiqiyyah Salurkan Santunan Rp2,2 Miliar

Pengurus Shiddiqiyyah Bantul bersama 47 anak yatim dan fakir miskin yang menerima santunan dalam rangka tasyakuran Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai RT Dusun Druwo, Sewon, Bantul, Rabu (10/9/2025). Foto: Kiriman Suroso.

bernasnews — Suasana penuh hikmah dan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Dhilaal Berkat Rohmat Allah (Dhibra) Shiddiqiyyah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (10/9/2025).

Dalam momentum istimewa ini, Pondok Pesantren Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia menggelar Santunan Nasional yang dilaksanakan secara serentak seluruh cabang Thoriqoh Indonesia di 24 Provinsi bahkan hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Hong Kong, dan Australia.

Di Jombang, Jatim acara dimulai pukul 10:00 WIB dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kyai Mochammad Muchtarullohil Mujtabaa Mu’thi yang dihadiri oleh Forkompimda Kabupaten Jombang.

Di Kabupaten Bantul dilaksanakan di Balai RT 02 Dusun Druwo, Kecamatan Sewon, sebanyak 47 paket santunan disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu. Hadir Forkompincam Sewon Bantul.

“Santunan ini adalah wujud kepedulian sekaligus pengamalan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah yang diajarkan oleh Sang Mursyid, Kyai Muhammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi,” ujar Korwil XI Dhibra Syahrudin Nugroho.

“Untuk DIY serentak dilakukan di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo,” imbuh Syahrudin Nugroho yang akrab disapa Udin

Ketua Umum DHIBRA Shofwatul Ummah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Syafrudin mengungkapkan, sejak pertama kali digelar pada tahun 2006 sampai tahun 2024, Santunan Nasional DHIBRA telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat dengan total dana lebih dari Rp48,7 miliar.

“Untuk tahun ini total santunan nasional yang diserahkan Rp2,2 miliar disalurkan kepada 10.000 anak yatim dan kaum dhuafa dalam bentuk uang tunai dan paket sembako,” katanya.

Ketua Umum Dhibra menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, namun merupakan bagian dari dakwah sosial Thoriqoh Shiddiqiyyah yang memiliki misi kemanusiaan, keimanan, dan cinta tanah air.

Ia merinci empat tujuan utama kegiatan ini: Menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa sebagai wujud iman dan nasionalisme.

Menjaga keutuhan NKRI dengan menanamkan nilai kemanusiaan, persatuan, dan persaudaraan. Menyalurkan hak anak yatim dan dhuafa melalui dana yang berasal dari gotong royong umat.

Meningkatkan kesadaran spiritual dan sosial di kalangan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dan para simpatisan.

“Seluruh dana santunan berasal dari gotong royong Warga Besar Thoriqoh Shiddiqiyyah, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

“Perlu disadari pada hakekatnya Santuan ini hanya menyampaikan haknya anak yatim / yatim piatu, kaum dhu’afa yang ada pada pribadi kita masing-masing,” pungkas Shofwatul Ummah. (ted/ Roso)