bernasnews – Suasana Alun-alun Wonosari berubah meriah pada Kamis (11/9/2025) pagi. Ribuan pasang mata menyaksikan momen bersejarah ketika cabang olahraga (cabor) woodball resmi dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Sri Suhartanta, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Gunungkidul, membuka secara resmi pertandingan perdana ini.
Dentuman semangat, tepuk tangan bergemuruh, dan sorak-sorai penonton mengiringi seremoni pembukaan. Sejarah baru tercipta karena untuk pertama kalinya Gunungkidul menjadi tuan rumah cabor woodball di ajang olahraga terbesar tingkat DIY tersebut.
Pertandingan Perdana di Alun-alun Wonosari
Empat kontingen dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, dan Gunungkidul langsung unjuk gigi dalam pertandingan perdana. Lapangan hijau Alun-alun Wonosari yang biasanya dipadati warga untuk berolahraga kini berubah menjadi arena kompetisi penuh gengsi.
Para atlet memasuki lapangan dengan wajah serius, menyimpan semangat dan ambisi untuk meraih medali emas. Woodball, olahraga yang menguji ketepatan, konsentrasi, dan strategi, kini mendapat panggung yang lebih luas di hadapan publik.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati Gunungkidul menekankan bahwa Porda bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga tentang persaudaraan, sportivitas, dan kebanggaan daerah.
Menurutnya, Porda bukan hanya sekadar ajang perebutan medali. Lebih dari itu, ini adalah wadah mempererat persaudaraan dan mengukuhkan sportivitas.
“Gunungkidul bangga menjadi tuan rumah woodball, dan kami berharap para atlet menunjukkan prestasi terbaik tanpa melupakan nilai kejujuran dan kebersamaan,” ujar Sri Suhartanta.
Bupati juga menitipkan harapan besar agar ajang ini menjadi momentum memperluas popularitas woodball di kalangan masyarakat. Selain prestasi, pihaknya ingin masyarakat semakin mengenal dan mencintai woodball.
“Dengan begitu, olahraga ini bisa tumbuh dan berkembang, tidak hanya di DIY tetapi juga di tingkat nasional,” tambahnya.
Dukungan Pengda Woodball DIY dan Antusiasme Masyarakat
Ketua Pengda Woodball DIY, Yulianto Hadi, juga angkat bicara. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan cabor ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gunungkidul. Dukungan ini sangat berarti, bukan hanya bagi kelancaran Porda, tetapi juga bagi perkembangan woodball ke depan. Alun-alun Wonosari menjadi panggung strategis untuk mengenalkan woodball lebih dekat kepada masyarakat,” tegas Yulianto.
Cabor woodball Porda XVII DIY 2025 akan berlangsung hingga Minggu, 14 September 2025. Selama empat hari, para atlet akan bertarung habis-habisan, mengejar prestasi tertinggi sekaligus membawa nama baik daerah masing-masing.
Lebih dari sekadar pertandingan, ajang ini diharapkan menjadi ruang lahirnya duta sportivitas. Para atlet diharapkan menjaga sikap, menghargai lawan, dan menjalin keakraban lintas daerah.
Pelaksanaan woodball di pusat kota Wonosari menambah makna khusus. Masyarakat bisa menyaksikan langsung jalannya pertandingan, sekaligus belajar mengenal olahraga yang belum lama berkembang di Indonesia.
Hari pertama saja sudah terbukti, puluhan warga antusias menyaksikan jalannya laga, sebagian bahkan menanyakan aturan dasar permainan woodball. Antusiasme itu menjadi bukti nyata bahwa olahraga ini punya daya tarik kuat dan berpotensi berkembang lebih besar di masa depan.











