News  

Bayi Perempuan Usia Satu Hari Ditemukan Menangis di Pos Tani Kretek, Polisi Buru Orangtua Kandung

penemuan bayi
penemuan bayi

bernasnews – Warga Kabupaten Bantul digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang masih berusia sekitar satu hari.

Bayi itu ditemukan dalam keadaan menangis di sebuah gardu pos tani di Bulak Sawah, Padukuhan Mriyan, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.15 WIB.

Peristiwa ini menimbulkan dugaan kuat bahwa bayi tersebut sengaja ditinggalkan oleh orangtuanya.

Kronologi Penemuan Bayi

Diberitakan tugujogja.id, suasana malam yang tenang mendadak pecah ketika Tamzis Nurudin (43), seorang buruh asal Segoroyoso, Pleret, melintas di jalan tengah sawah setelah bersilaturahmi dengan rekannya, Suhartanto (64), warga Tirtosari, Kretek.

Saat berhenti sejenak untuk mengecek telepon genggam yang berdering, Tamzis mendengar suara lirih yang awalnya ia kira tangisan kucing. Rasa penasaran membuatnya mendekati sumber suara di gardu pos tani.

Namun, langkahnya terhenti dengan tubuh bergetar ketika ia mendapati yang menangis ternyata seorang bayi mungil.

Bayi itu tergeletak di kursi kayu dengan tubuh dibungkus jilbab putih dan sweater abu-abu krem. Di sampingnya terdapat sebuah kopiah putih. Penemuan tersebut segera dilaporkan warga ke aparat kepolisian setempat.

Bayi Dirujuk ke RSUD Bantul

Polsek Kretek bersama sejumlah warga kemudian mengevakuasi bayi ke fasilitas kesehatan. Awalnya, bayi dibawa ke RS Saras Adyatama untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD Bantul.

Hasil pemeriksaan tim medis IGD RSUD Bantul menyebutkan bayi berusia sekitar satu hari, kondisi tubuhnya sudah dalam keadaan bersih, namun tali pusarnya masih basah meski tidak segar lagi. Saat ini, bayi berada di ruang perinatologi untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter spesialis anak.

PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menegaskan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Bayi perempuan ini saat ini dalam kondisi stabil di RSUD Bantul. Kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Dinas Sosial untuk langkah selanjutnya,” jelasnya.

Warga sekitar mengaku terkejut sekaligus prihatin dengan peristiwa ini. Banyak yang tidak sanggup membayangkan seorang bayi yang belum berdaya ditinggalkan sendirian di tempat terbuka.

“Siapa pun orangtuanya, tega sekali. Kalau tidak mampu merawat, kan bisa menitipkan ke lembaga resmi, bukan dibuang seperti ini,” ujar salah seorang warga Donotirto dengan nada kesal.

Kasus pembuangan bayi memang kerap berulang di berbagai daerah. Beragam faktor, seperti kesulitan ekonomi, rasa malu, hingga kehamilan di luar nikah, sering disebut sebagai penyebab. Namun, tindakan meninggalkan bayi di lokasi sepi jelas berisiko terhadap keselamatan jiwa.

Dalam kasus di Bantul ini, keberuntungan masih berpihak karena bayi tersebut segera ditemukan warga dan nyawanya berhasil terselamatkan.

Saat ini, bayi perempuan itu masih dalam pengawasan tenaga medis RSUD Bantul. Aparat kepolisian melanjutkan upaya penyelidikan guna menemukan pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, Dinas Sosial akan menyiapkan langkah penanganan terkait masa depan bayi tersebut. (Eln)