bernasnews – Aliansi Jogja Memanggil siap menggelar demonstrasi di depan Polda DIY, Jumat (29/8/2025) malam, dan melanjutkan aksi besar di kawasan Malioboro pada Senin (1/9).
Massa menyuarakan delapan tuntutan, termasuk reformasi Polri, turunkan Prabowo-Gibran, serta usut tuntas kematian driver ojol Affan Kurniawan.
Menjelang akhir pekan, suasana politik di Yogyakarta memanas. Jumat sore (29 Agustus 2025), puluhan massa yang terdiri dari mahasiswa, aktivis, hingga pengemudi ojek online berkumpul di Kantor Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) di Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta.
Konsolidasi tersebut menjadi ajang bagi Aliansi Jogja Memanggil untuk menyatukan gagasan dan menyusun rencana aksi.
Delapan Tuntutan Utama Aliansi
Dari hasil diskusi panjang, aliansi merumuskan delapan tuntutan yang menjadi dasar pergerakan mereka. Poin-poin tersebut disampaikan secara tegas saat aksi berlangsung.
- Pengusutan tuntas represifitas polisi dan pemberian hukuman berat terhadap pelaku. Mereka menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan di Jakarta, tragedi Kanjuruhan Malang yang merenggut 135 korban, serta kasus Afif Maulana dan Gamma.
- Reformasi total Kepolisian Republik Indonesia serta pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri, yang dinilai gagal menghentikan budaya impunitas di tubuh Polri.
- Penerapan pajak progresif bagi kelompok kaya dan pencabutan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dianggap mencekik masyarakat kecil.
- Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pemangkasan anggaran pertahanan dan keamanan. Aliansi mendesak agar dana tersebut dialihkan kembali untuk pendidikan dan kesehatan.
- Penolakan terhadap absolutisme struktur pemerintahan dan militerisasi ruang sipil yang dianggap merugikan demokrasi.
- Tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun dari jabatannya, bersama dengan seluruh Kabinet Merah Putih dan anggota DPR.
- Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset untuk memiskinkan para koruptor beserta keluarganya.
- Pembebasan seluruh demonstran yang ditangkap di berbagai daerah, termasuk peserta aksi di Jakarta beberapa hari lalu.
Menurut Koes, delapan poin tersebut bukan sekadar daftar tuntutan, melainkan suara hati masyarakat yang sudah lama terabaikan.
Kasus Affan Kurniawan Jadi Simbol Perlawanan
Salah satu isu paling menonjol yang memicu kemarahan publik adalah kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online.
Insiden terjadi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, ketika Affan terjebak kemacetan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Saat itu, aparat kepolisian tengah berusaha membubarkan massa aksi di sekitar gedung DPR dengan menggunakan kendaraan taktis.
Affan tidak sempat menghindar ketika kendaraan Brimob melaju kencang. Ia terlindas hingga mengalami luka serius, dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Video peristiwa tersebut cepat menyebar di media sosial, memicu gelombang kemarahan dan simpati dari berbagai kalangan. Polisi sendiri telah memeriksa tujuh anggota Brimob terkait kasus ini, namun publik menilai proses hukum berjalan lambat.
Aksi di Depan Polda DIY
Seusai konsolidasi di kampus UII, massa bergerak menuju Mapolda DIY. Meski malam mulai turun, semangat para demonstran tidak surut.
Mereka membawa spanduk, poster, serta meneriakkan yel-yel yang menuntut pertanggungjawaban aparat atas berbagai tindakan represif.
Lalu lintas di sekitar Ring Road Utara, tepatnya di kawasan Condongcatur, masih dibuka untuk kendaraan. Namun, banyak pengendara yang melambat karena ingin melihat jalannya aksi. Beberapa mencoba merekam menggunakan ponsel, tetapi langsung dicegah oleh massa.
Dengan rencana tersebut, aliansi berharap desakan mereka tidak hanya terdengar di lingkup lokal, tetapi juga menggema ke tingkat nasional.
Kini, publik menanti bagaimana respons pemerintah dan kepolisian terhadap gelombang protes yang semakin meluas ini. Jika tuntutan tidak dipenuhi, bukan tidak mungkin aksi di Malioboro akan menjadi titik awal gelombang perlawanan baru yang lebih besar.***












