News  

Remaja di Bantul Dikeroyok Tiga Pria Misterius, Sang Ibu Lapor Polisi

Polisi menerima laporan kasus pengeroyokan remaja di Bantul yang dilakukan oleh tiga pria misterius. (Dok Polres Bantul)

bernasnews – Rasa cemas dan amarah menyelimuti hati Yuni Tri Utami (33), seorang ibu rumah tangga asal Pajangan, Bantul.

Ia tak kuasa menahan tangis ketika menyaksikan putranya, FAS (16), pulang dalam kondisi babak belur setelah dianiaya sekelompok pria tak dikenal.

Tidak tinggal diam, Yuni segera melangkahkan kaki ke kantor polisi untuk menuntut keadilan bagi anaknya.

Diberitakan tugujogja.id, Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari, 24 Agustus 2025, sekitar pukul 02.30 WIB. FAS, seorang pelajar asal Pajangan, sedang dibonceng sepeda motor oleh rekannya, DM (16).

Keduanya melaju santai melewati simpang tiga Teruman, Bantul. Namun, ketenangan malam berubah mencekam ketika tiga pria misterius menghadang mereka.

Para pelaku memaksa FAS dan DM berpindah ke jalan desa Geblak yang sepi dan gelap. Tanpa basa-basi, ketiganya langsung melancarkan serangan brutal.

Sebuah botol kaca dihantamkan ke kepala FAS sebanyak dua kali, disusul pukulan bertubi-tubi ke wajah dan perutnya. Tendangan berulang mengenai tubuh remaja itu, sementara sebilah kayu menghantam punggungnya.

DM yang berada di lokasi juga ikut menjadi sasaran, meski pukulan paling keras diarahkan kepada FAS. Dalam hitungan menit, keduanya menjadi korban pengeroyokan yang meninggalkan luka fisik serius sekaligus trauma mendalam.

Kondisi Korban

FAS mengalami luka parah. Kepalanya bengkak akibat hantaman botol kaca, wajahnya lebam, bibir robek, serta paha yang memar.

Ketika melihat kondisi anaknya di Polsek Bantul, Yuni Tri Utami tak kuasa menahan air mata. Ia hanya bisa memeluk sang putra yang tubuhnya penuh luka.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Handoyo, membenarkan adanya laporan resmi pada Rabu, 27 Agustus 2025, pukul 13.30 WIB.

“Korban merupakan pelajar berusia 16 tahun yang dianiaya oleh tiga orang tidak dikenal. Saat ini kasus masih dalam proses lidik, dan kami berkomitmen mengungkap identitas para pelaku,” ujar Iptu Rita Handoyo.

Ia menjelaskan, polisi sudah memeriksa saksi, mengumpulkan bukti medis, serta menelusuri lokasi kejadian. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui motif di balik tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku.

Kekhawatiran Warga

Peristiwa pengeroyokan ini memicu keresahan warga Pajangan. Jalan desa yang biasanya tenang kini dianggap rawan tindak kriminal. Dukuh Kamijoro, yang pertama kali memberi tahu ibu korban mengenai kondisi FAS, menyampaikan keprihatinan mendalam.

“Saya berharap pelaku segera tertangkap. Keamanan desa jangan sampai tercoreng karena ulah tiga orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Harapan serupa juga datang dari warga sekitar yang meminta polisi bertindak cepat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Eln)