bernasnews — Keluarga Besar KB-TK Marsudirini Santa Theresia Boro menyelenggarakan kegiatan bersama dengan Romo Sri Waluyo SSCC dari Jepang, yang berlangsung di Aula sekolah setempat, Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Rabu, 20 Agustus 2025.
Kehadiran Romo Sri disambut dengan sukacita oleh Suster Florentine OSF dan seluruh Keluarga Besar KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro. Suasana hangat nampak ketika kedatangan Romo Sri Waluyo SSCC dengan kasihnya yang begitu dekat terhadap anak-anak.
Kegiatan ini diikuti oleh 61 siswa, para wakil orang tua, dan para ibu guru KB-TK Marsudirini St. Theresia Boro. Romo Sri Waluyo SSCC berkunjung ke sekolah untuk berbagi kasih berbagi pengalaman menarik dan menyenangkan selama bertugas di sekolah Santa Maria Yamagata Jepang.
Untuk diketahui, bahwa Romo Sri Waluyo SSCC berasal dari Semak, Banjarasri Kalibawang ,Kulon Progo yang merupakan salah satu alumi KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro, yang sukses dan bertugas menjadi seorang Misionaris di Jepang sekaligus Kepala Sekolah Santa Maria Yamagata Jepang.
Romo Sri mengungkapkan, bahwa Sekolah Santa Maria Yamagata Jepang anak-anak diajak setiap Jumat pertama hanya makan oringiri yang artinya nasi saja tidak pakai lauk. “Jadi uang lauk dan sayur dikumpulkan untuk berbagi kasih terhadap sesama,” tutur Romo.
Lanjut Romo Sri menjelaskan, anak-anak diajak berbelarasa walaupun juga ingin makan lauk dan sayur tetapi mereka belajar untuk dapat menahan diri. Menurut Romo, seperti halnya anak-anak KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro setiap hari Jumat, berbelarasa menyisihkan sebagian uang untuk dana sosial di sekolah.
Pengalaman yang begitu bermakna dan menyenangkan sekali karena anak-anak juga diajarkan 2 bahasa jepang yaitu, ohayō gozaimasu ,yang artinya selamat pagi, arigatou yang artinya Terimakasih, dan melantunkan lagu untuk memuji Bunda Maria dengan dengan alat musik dari Jepang, yang disebut Ocarina yakni alat musik tiup kuno yang merupakan sejenis tabung.
Setelah mendengarkan pengalaman yang disampaikan oleh Romo, anak-anak menutup perjumpaan pagi dengan menyanyikan lagu “Di sini ada cinta” untuk Romo. Kegiatan ini berlangsung sangat mengesankan di hati para ibu guru dan juga anak-anak.
“Semoga dengan bekal yang dibawa dari sekolah dan pengalaman dari sekolah TK di Jepang, anak-anak memiliki kepribadian sejak dini peka terhadap sesama dan lingkungan sekitar,” kata Sthephani Ratnasari, Guru Sekolah KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro.
“Juga semakin dekat dengan orang tua dengan memiliki sikap santun, hormat, menyayangi, dan menurut orang tua,” pungkas Sthephani Ratnasari. (zbd)












