bernasnews– Kecelakaan maut kembali terjadi di Gunungkidul. Seorang siswi berusia 14 tahun meregang nyawa setelah sepeda motor yang ia kendarai bertabrakan keras dengan sebuah mobil pick up.
Kecelakaan terjadi di Jalan Wonosari–Nglipar, tepatnya di Dusun Kwarasan Kulon, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Jumat (22/8/2025) sore.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menyampaikan kronologi peristiwa yang merenggut nyawa pelajar belia tersebut.
Kronologi Kecelakaan
Polisi menegaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sebuah mobil Mitsubishi Grand Max bernomor polisi AB-8610-GD melaju dari arah utara.
Mobil itu berusaha menyalip sebuah kendaraan penumpang yang identitasnya belum diketahui. Namun, upaya menyalip itu justru menjadi awal tragedi.
“Mobil pick up berusaha mendahului kendaraan lain. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan tidak dapat dihindari,” ungkap Ipda Nur Ikhwan.
Sore itu, jalan lurus di Kedungkeris tampak lengang. Sepeda motor Honda Vario AB-4428-OM yang dikendarai Meily Candra Azzara (14) melaju dari arah Wonosari menuju Nglipar. Gadis belia itu membonceng seorang temannya, Nailin Ni’matul Jannah, yang juga masih duduk di bangku sekolah.
Saat motor melaju tenang, dari arah berlawanan mobil pick up yang dikemudikan Nur Achmad Mustofa (29), warga Kepek, Wonosari justru mengambil jalur kanan untuk menyalip. Dalam sekejap, benturan keras tak terhindarkan. Suara hantaman logam dan teriakan saksi pecah di udara, menyisakan kepanikan di jalanan desa.
Benturan keras membuat kedua korban perempuan terhempas ke aspal. Warga sekitar yang mendengar dentuman berlari keluar rumah. Tubuh Meily tergolek lemah dengan luka serius: tangan kanan patah, kaki kanan patah terbuka, dahi dan dagu robek parah. Kondisinya tidak sadarkan diri.
Warga bersama pengendara lain berusaha menolong. Mereka membawa kedua korban dengan cepat ke RSUD Wonosari. Namun, takdir berkata lain. Meily Candra Azzara mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara itu, Nailin Ni’matul Jannah masih berjuang melawan maut. Remaja itu mengalami patah tangan kanan, patah kaki kanan, rahang patah, dan mata membengkak hebat. Hingga kini, ia mendapat perawatan intensif di RSUD Wonosari.
Penyebab Kecelakaan Maut Pick Up vs Motor di Gunungkidul
Polisi segera turun tangan setelah menerima laporan. Tim Unit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Mereka memeriksa kondisi jalan, kendaraan yang terlibat, serta mendata saksi-saksi di sekitar kejadian.
“Faktor utama kecelakaan adalah manuver mendahului kendaraan tanpa memperhitungkan jarak aman. Hal ini sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan dua arah seperti Wonosari–Nglipar,” terang Ipda Nur Ikhwan.
Polisi mengamankan mobil pick up dan sepeda motor sebagai barang bukti. Pengemudi mobil, Nur Achmad Mustofa, masih berada di Polres Gunungkidul untuk memberi keterangan lebih lanjut.
Kabar meninggalnya Meily Candra Azzara menyebar cepat di kalangan warga Kedungkeris dan sekolah tempat ia menimba ilmu.
Teman-teman sekelasnya tidak menyangka gadis ceria itu pergi secepat ini. Pihak sekolah menyampaikan belasungkawa mendalam dan berencana memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
Tragedi ini kembali membuka mata banyak pihak akan pentingnya kehati-hatian di jalan raya. Polisi mengingatkan seluruh pengendara agar tidak nekat mendahului kendaraan tanpa memperhatikan jarak aman.
Jalan antar-kecamatan di Gunungkidul yang lurus namun sempit kerap menipu pengendara untuk memacu kendaraan dan mengambil risiko.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan sekali-kali mendahului kendaraan lain jika kondisi tidak memungkinkan,” tegas Ipda Nur Ikhwan. (ef linangkung)












