bernasnews – Peristiwa kebakaran melanda sebuah gudang milik Paijo, warga Dusun Dodogan, Srigading, Sanden, Bantul, pada Selasa malam.
Api yang diduga berasal dari konsleting listrik itu dengan cepat membesar dan melalap seluruh isi bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.
Api pertama kali muncul sesaat setelah aliran listrik di rumah Paijo mendadak padam. Paijo yang kala itu tengah duduk di ruang tamu sontak terkejut ketika melihat percikan api muncul dari gudangnya.
Dalam hitungan menit, percikan kecil berubah menjadi kobaran besar yang sulit dikendalikan.
“Korban berusaha memadamkan api dengan cara manual, namun api justru semakin membesar. Warga sekitar ikut membantu sambil menghubungi pemadam kebakaran,” ungkap PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto seperti diberitakan kabarjawa.com.
Kepanikan Warga Dusun
Suasana dusun mendadak mencekam. Suparman (70), tetangga korban, menjadi saksi mata ketika api mulai melahap bagian atap gudang.
Ia berteriak meminta pertolongan warga lain. Puluhan warga kemudian berlari membawa ember berisi air, berupaya memadamkan api secara bergotong royong.
Namun, kobaran api terlalu cepat menjalar. Kayu dan peralatan pertanian di dalam gudang menjadi bahan bakar yang membuat api semakin besar.
Beberapa warga bahkan terlihat kelelahan dan nyaris putus asa melihat api terus menjulang tinggi hingga menerangi langit malam.
Pemadam Kebakaran Tiba di Lokasi
Sekitar 20 menit kemudian, regu pemadam kebakaran Kabupaten Bantul tiba bersama BPBD, PMI, aparat kepolisian, serta Bhabinkamtibmas Srigading.
Tim langsung menyemprotkan air ke titik api dan melakukan pendinginan agar kobaran tidak merembet ke rumah utama. Kehadiran petugas membuat warga sedikit lega setelah sebelumnya diliputi kepanikan.
Meski berhasil dipadamkan, gudang beserta seluruh isinya tidak terselamatkan. Paijo kehilangan berbagai peralatan pertanian yang selama ini menjadi penunjang mata pencahariannya.
Kapolsek Sanden bersama jajarannya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Polisi menduga kuat kebakaran berasal dari konsleting listrik.
“Dugaan sementara konsleting listrik namun penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan,” jelas Iptu Rita.
Warga Diminta Waspada Instalasi Listrik
Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam, tidak hanya bagi Paijo tetapi juga warga sekitar. Banyak warga mengaku masih terbayang suara letupan dan kepanikan yang terjadi saat api melahap gudang.
Polisi mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun gudang.
“Warga harus memastikan kondisi instalasi listrik dalam keadaan baik, terutama pada bangunan yang menyimpan peralatan atau bahan mudah terbakar,” tambah Iptu Rita.
Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini menjadi peringatan serius bagi warga Dusun Dodogan untuk lebih memperhatikan keselamatan rumah dan lingkungannya. (Eln)












