Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Terbaru Hari Ini 19 Agustus 2025

IlustrasiDaftar Harga BBM Pertamina Terbaru 30 Agustus 2025 di Seluruh Indonesia/Unsplash

bernasnews  – Cek daftar harga BBM terbaru hari ini, Selasa, 19 Agustus 2025. Pertamina menurunkan harga Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Pertamax Green, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami kenaikan. Simak juga harga BBM di Shell, BP, dan Vivo yang berlaku di seluruh Indonesia.

Setiap bulan, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia selalu menjadi perhatian masyarakat. PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga per Selasa, 19 Agustus 2025.

Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas aturan sebelumnya, yakni Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 terkait formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar.

Penyesuaian harga BBM kali ini memberikan dampak berbeda pada tiap produk. Sejumlah jenis BBM mengalami penurunan, sementara sebagian lainnya justru naik. Kondisi ini membuat masyarakat perlu memperhatikan daftar harga terbaru agar tidak salah perhitungan ketika mengisi bahan bakar.

BBM Pertamina yang Turun dan Naik

Penurunan harga terutama terjadi pada lini bensin nonsubsidi Pertamina. Pertamax kini dipasarkan seharga Rp12.200 per liter di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Harga tersebut turun dari sebelumnya Rp12.500 per liter.

Pertamax Turbo juga ikut mengalami penurunan menjadi Rp13.200 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green 95 kini dilepas ke pasar dengan harga Rp13.000 per liter, lebih murah dibandingkan harga sebelumnya Rp13.250 per liter.

Berbanding terbalik, dua produk diesel nonsubsidi mengalami kenaikan. Harga Dexlite naik dari Rp13.320 per liter menjadi Rp13.850 per liter. Pertamina Dex pun terkerek dari Rp13.650 per liter menjadi Rp14.150 per liter.

Untuk BBM subsidi, tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter dan Bio Solar stabil di Rp6.800 per liter.

Daftar Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia

Harga BBM Pertamina berbeda-beda di setiap daerah. Berikut rinciannya:

  • Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
    Pertamax Rp12.500 | Pertamax Turbo Rp13.500 | Dexlite Rp14.150 | Pertamina Dex Rp14.450
  • Free Trade Zone (FTZ) Sabang
    Pertamax Rp11.500 | Dexlite Rp12.960
  • FTZ Batam
    Pertamax Rp11.700 | Pertamax Turbo Rp12.550 | Dexlite Rp13.140 | Pertamina Dex Rp13.450
  • Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu
    Pertamax Rp12.800 | Pertamax Turbo Rp13.800 | Dexlite Rp14.450 | Pertamina Dex Rp14.750
  • DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
    Pertamax Rp12.200 | Pertamax Turbo Rp13.200 | Pertamax Green 95 Rp13.000 | Dexlite Rp13.850 | Pertamina Dex Rp14.150

Harga BBM di SPBU Swasta

Tidak hanya Pertamina, penyedia BBM swasta seperti Shell, Vivo, dan BP juga menyesuaikan harga pada bulan Agustus 2025. Berikut daftar terbarunya untuk wilayah Jabodetabek:

  • Harga BBM Shell
    • Shell Super: Rp12.580 per liter
    • Shell V-Power: Rp13.050 per liter
    • Shell V-Power Nitro+: Rp13.230 per liter
    • Shell V-Power Diesel: Rp14.380 per liter
  • Harga BBM Vivo
    • Revvo 90: Rp12.490 per liter
    • Revvo 92: Rp12.580 per liter
    • Revvo 95: Rp13.050 per liter
    • Diesel Primus Plus: Rp14.380 per liter
  • Harga BBM BP
    • BP 92: Rp12.550 per liter
    • BP Ultimate: Rp13.050 per liter
    • BP Ultimate Diesel: Rp14.380 per liter

Penyesuaian harga BBM pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa dinamika harga energi di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh kondisi global, nilai tukar, serta kebijakan pemerintah.

Masyarakat kini bisa menikmati harga lebih murah untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95. Namun, bagi pengguna Dexlite maupun Pertamina Dex, kenaikan harga perlu diantisipasi.

Dengan adanya daftar harga terbaru ini, diharapkan konsumen dapat lebih bijak dalam memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

***