bernasnews – Malam Minggu di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, berubah ricuh setelah sebuah kecelakaan lalu lintas memunculkan dugaan aksi kejahatan jalanan.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 16 Agustus 2025 sekitar pukul 23.15 WIB, tepat di depan toko rokok elektrik More Vapor, Jalan Sorogenen.
Diberitakan tugujogja.id, menurut keterangan Plt Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung H, polisi bergerak cepat setelah insiden tersebut ramai dibicarakan di media sosial.
Aparat langsung mengamankan para pemuda yang terlibat serta sejumlah barang bukti dari lokasi.
Kronologi Kejadian
Seorang warga Yogyakarta, MYA (39), saat itu sedang melaju dengan sepeda motor Honda Vario merah berpelat AB 3626 YX.
Dari arah berlawanan, datang motor Honda Vario berpelat H 3615 LK yang dikendarai SA (20), warga Banguntapan, Bantul, bersama temannya MA (22), warga Piyungan. Motor tersebut diketahui tidak memasang plat depan.
Saksi mata, Yanto (44) dan Ayik (56), yang tinggal di sekitar lokasi, menyebutkan motor SA tampak melaju tidak stabil. Kendaraan itu berjalan zig-zag, bahkan pengendara sempat mengayunkan sabuk gesper ke udara.
Dalam hitungan detik, motor tersebut menabrak kendaraan MYA dan membuat ketiganya terpental ke jalan.
Warga yang datang menolong justru menemukan benda mencurigakan di lokasi. Sebuah sabuk gesper dan sebilah celurit didapati tergeletak di sekitar korban.
Temuan ini membuat warga menduga kecelakaan tersebut berhubungan dengan rencana aksi klitih.
Polisi Temukan Indikasi Kejahatan
“Dari hasil olah TKP, polisi menemukan adanya indikasi bahwa pengendara dalam pengaruh alkohol. Mereka juga membawa senjata tajam dan gesper yang dipakai untuk menakuti orang,” jelas Iptu Gandung.
Pemeriksaan identitas juga mengungkap catatan hukum SA yang pernah terlibat kasus pencurian. Tim URC bersama Polsek Umbulharjo langsung mengamankan SA dan MA ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan turut disita sebagai barang bukti.
Polisi menduga kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian SA yang mengemudi dalam keadaan mabuk. Cara berkendara yang zig-zag serta aksi mengayunkan gesper menjadi petunjuk kuat bahwa keduanya diduga hendak melakukan kekerasan jalanan.
Diduga Cari Sasaran Sebelum Kecelakaan
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga SA dan MA sedang mencari seseorang yang sebelumnya berselisih paham dengan mereka. Namun sebelum rencana itu terlaksana, kecelakaan terjadi dan menggagalkan aksi mereka.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Umbulharjo meningkatkan patroli malam dan operasi minuman keras di sejumlah titik rawan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak keluar malam jika tidak ada kepentingan mendesak.
“Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar segera pulang jika tidak ada kepentingan mendesak di malam hingga dini hari. Tindakan pencegahan sangat penting untuk menjaga keamanan bersama,” tegas Iptu Gandung. (Eln)












