bernasnews – Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas bersifat situasional untuk mendukung kelancaran rangkaian acara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, mulai dari Sidang Tahunan MPR hingga upacara bendera dan pesta rakyat.
Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kepolisian Republik Indonesia memastikan kesiapan penuh dalam pengamanan rangkaian acara besar yang akan berlangsung di Ibu Kota.
Persiapan ini tidak hanya mencakup pengamanan jalur VVIP, tetapi juga rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis di Jakarta yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Pengamanan Dimulai dari Sidang Tahunan MPR
Rangkaian acara HUT RI akan dibuka dengan Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI pada Jumat (15/8/2025), diikuti dengan upacara bendera dan pesta rakyat pada Minggu (17/8/2025).
Polri telah mempersiapkan jalur khusus bagi kendaraan VVIP, termasuk Presiden, Wakil Presiden, tamu undangan, dan tamu negara asing.
Hampir 7.000 personel dikerahkan melalui Operasi “Merdeka Jaya” untuk memastikan keamanan seluruh rangkaian kegiatan.
Operasi ini merupakan kolaborasi antara Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang difokuskan pada pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Simulasi Pengamanan di Polda Metro Jaya
Sebagai bagian dari persiapan, Polri telah melaksanakan tactical floor game di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya.
Simulasi ini digunakan untuk menggambarkan skenario pengamanan secara rinci, memetakan titik rawan, dan memastikan setiap personel memahami perannya di lapangan.
Asisten Utama Bidang Operasi Polri, Komisaris Jenderal Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa seluruh anggota yang terlibat wajib siap menghadapi segala kemungkinan.
“Kita harus menjamin kelancaran dan keamanan setiap momen peringatan HUT ke-80 ini. Apapun bentuk gangguan keamanan, kita harus bisa mengatasinya,” tegasnya.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Kepala Bagian Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Robby Hefados, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional pada hari pelaksanaan Sidang Tahunan MPR. Artinya, pengalihan arus akan dilakukan hanya jika kondisi di lapangan mengharuskannya.
Menurut Kompol Robby, pengaturan arus akan difokuskan saat kedatangan rombongan konvoi VVIP seperti Presiden dan Wakil Presiden menuju Gedung DPR/MPR RI. Pengamanan ketat juga diberlakukan di pintu-pintu masuk bagi tamu undangan dan tamu negara.
“Rekayasa lalu lintas akan diaktifkan ketika rangkaian kendaraan Presiden atau Wakil Presiden mendekati area Gedung DPR/MPR RI. Tujuannya adalah memastikan perjalanan lancar dan aman,” jelasnya.
Dengan rangkaian persiapan yang komprehensif, Polri optimis seluruh agenda peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Jakarta dapat berjalan aman, tertib, dan meriah.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas agar dapat menyesuaikan rute perjalanan mereka selama acara berlangsung.
***












