bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta diminta bersiap menghadapi pemadaman listrik serentak pada Selasa, 12 Agustus 2025.
PLN memutuskan untuk mematikan aliran listrik di sejumlah wilayah demi melaksanakan pemeliharaan dan relokasi jaringan besar-besaran. Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan tetap aman dan meningkatkan kualitas pelayanan.
PLN mengerahkan tim teknis sejak pagi. Petugas menuju titik-titik strategis di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, hingga wilayah perkotaan Yogyakarta.
Mereka membawa peralatan berat, kabel baru, dan perlengkapan keselamatan. Pukul 10.00 WIB, aliran listrik di beberapa wilayah resmi diputus. Jadwal pemadaman berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.
Sedayu Jadi Titik Utama Relokasi Jaringan
Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sedayu mencatat, pemadaman meliputi Baturan Lor, Jambon, Ngawen, Trini, Donokitri, PR Lavender, PR Dehanggo Mansion, PR Villa Terakota, Jalan Kabupaten, PR Alamanda, Kronggahan, Jogja City Mall, Universitas Teknologi Yogyakarta, hingga Rumah Sakit Akademik UGM.
Pemeliharaan dan relokasi jaringan ini terkait proyek tol yang melintasi kawasan tersebut. Tiang listrik lama dipindahkan, kabel ditata ulang, dan sambungan diperkuat agar tahan terhadap beban listrik tinggi.
Warga di sekitar titik pekerjaan mengaku sudah bersiap. Beberapa pedagang menyalakan genset, sementara mahasiswa di kampus memilih memindahkan jadwal kegiatan ke luar jam pemadaman.
Meski mengganggu, banyak warga memahami langkah ini sebagai investasi jangka panjang untuk keamanan pasokan listrik.
Wates Fokus Perbaiki Jaringan Lama
Di sisi barat DIY, ULP Wates memadamkan listrik di Nangung, Bendungan, Bojong, Krembangan, Cerme, Cangkring, Sanggrahan, Dobangsan, Kauman, Ngestiharjo, Durungan, Sideman, Gunung Pring, Jurang Jero, hingga Jalan Pahlawan.
Pekerjaan di Wates berfokus pada pemeliharaan jaringan lama yang mulai aus dan rawan gangguan. Petugas memeriksa setiap sambungan, mengganti kabel yang terkelupas, dan memperkuat tiang penyangga.
Seorang petugas lapangan mengungkapkan, banyak kabel di kawasan ini sudah melampaui usia pakai. “Kalau tidak segera diganti, potensi gangguan bisa terjadi kapan saja, apalagi di musim hujan,” ujarnya sambil memegang gulungan kabel baru.
Himbauan Keselamatan dari PLN
PLN mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman minimal 2,5 meter dari jaringan listrik. Warga diminta tidak mendirikan bangunan, antena, atau baliho dekat jaringan listrik.
Selain itu, PLN melarang bermain layang-layang di bawah kabel, melempar benda asing ke jaringan, atau menebang pohon tanpa koordinasi petugas. Semua ini demi mencegah kecelakaan listrik yang bisa berakibat fatal.
PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Mereka menegaskan bahwa pemadaman ini hanya bersifat sementara, namun manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik. Setelah pekerjaan selesai, listrik akan kembali menyala dan pasokan akan lebih stabil,” tegas pihak PLN.












