bernasnews – Suasana Dusun Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, mendadak berubah tegang pada Minggu, 10 Agustus 2025 sore.
Seorang warga, M Abdul Karim, menemukan benda mencurigakan saat menggali tanah di halaman rumahnya. Awalnya ia mengira hanya batu besar, namun setelah terlihat jelas, ternyata itu adalah sebuah peluru mortir berukuran besar.
Benda tersebut memiliki panjang sekitar satu meter dengan diameter kurang lebih 20 sentimeter. Warnanya hitam pekat akibat dimakan usia, namun bentuknya masih utuh dan tampak mengancam.
Menyadari temuannya bukan benda biasa, Karim segera menghentikan pekerjaannya dan melapor kepada perangkat desa. Laporan itu diteruskan ke kepolisian.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan informasi tersebut.
“Benda ini diduga peluru mortir peninggalan masa perjuangan kemerdekaan. Panjangnya kurang lebih satu meter, diameter sekitar 20 sentimeter,” ujarnya dikutip dari kabarjawa.com.
Menerima laporan itu, personel Jibom Gegana Brimob Polda DIY langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas penjinak bom bergerak dengan penuh kewaspadaan, menyisir area halaman rumah Karim sebelum mengevakuasi mortir yang dikhawatirkan masih mengandung bahan peledak aktif.
Garis polisi segera dipasang di sekitar titik penemuan. Warga yang penasaran berusaha mendekat, namun aparat menghalau demi menjaga keselamatan. Situasi sempat tegang karena tidak ada kepastian apakah mortir tersebut masih aktif atau sudah tidak berfungsi.
Proses evakuasi berlangsung hati-hati. Mortir diangkat menggunakan perlengkapan khusus dan dimasukkan ke kendaraan taktis. Selanjutnya, benda itu dibawa ke kawasan DAM untuk diamankan dan diperiksa lebih lanjut oleh tim berwenang.
“Langkah ini kami lakukan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Semua prosedur keselamatan kami jalankan,” tambah AKP Salamun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran asal-usul mortir. Dugaan sementara, senjata itu merupakan sisa peninggalan pertempuran masa revolusi kemerdekaan yang terkubur selama puluhan tahun di lokasi tersebut. (Eln)












