bernasnews — Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-49 Ramayana Ballet Purawisata dan Melestarikan Seni Budaya Indonesia Menembus Dunia akan diselenggarakan serangkaian acara budaya di Purawisata Amphitheater, Kawasan Mandira Baruga, Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta, tanggal 2-10 Agustus 2025.
Executive Assistant Manager Tasneem Hotel Malioboro Yogyakarta Juliani Br Ginting mengemukakan, bahwa rangkaian kegiatan ini akan memadukan pertunjukan seni, festival tari konservasi, dan pertunjukan folklore yang menggambarkan kekayaan seni dan budaya.
“Perayaan ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Ramayana Ballet Purawisata sebagai salah satu pertunjukan seni tradisi paling konsisten di Indonesia, sekaligus memperkuat semangat pelestarian budaya di tengah masyarakat,” kata Juliani, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/8/2025).
Berikut Agenda Acara HUT ke-49 Ramayana Ballet Purawisata:
Festival Tari Konservasi Ramayana, 2-3 Agustus 2025
Melibatkan berbagai sanggar seni dari DIY dan Jawa Tengah, festival ini menjadi wadah pelestarian nilai-nilai budaya melalui interpretasi cerita Ramayana dalam ragam bentuk tari dan gaya.
Nonton Bareng Ramayana, 6 Agustus 2025
Pertunjukan Ramayana Ballet spesial yang terbuka bagi masyarakat Yogyakarta, sebagai bentuk apresiasi dan kedekatan pertunjukan ini dengan warga lokal.
Folklore: Tari Klasik Gaya Yogyakarta, 8 Agustus 2025
Menampilkan tarian klasik gaya Yogyakarta yang anggun dan penuh makna, menghidupkan kembali keindahan akan seni dan budaya di panggung terbuka Purawisata.
Folklore: Children’s Playing, 9 Agustus 2025
Sebuah pertunjukan interaktif yang menghadirkan dunia anak dalam bentuk permainan tradisional dan ekspresi tari, guna menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.
Malam Puncak HUT ke-49 Ramayana Ballet Purawisata, 10 Agustus 2025
Sebagai penutup perayaan, malam puncak akan menghadirkan pertunjukan spesial Ramayana Ballet dengan kolaborasi lintas generasi dan penghargaan bagi pelaku seni.
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi ruang temu budaya, edukasi seni, dan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat luas. Festival ini dilakukan untuk melestarikan seni budaya khususnya sendratari Ramayana.
“Juga diharapkan sendratari Ramayana dapat dikenal di berbagai negara, sekaligus ruang temu antar pelaku seni tradisi yang punya komitmen untuk melestarikan dan meneruskan warisan tari Ramayana kepada generasi berikutnya,” ujar Juliani Br Ginting. (*/ ted)












