bernasnews — Laut Selatan Yogyakarta kembali mengamuk. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya gelombang tinggi disertai angin kencang. Ini mengancam keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan di sepanjang pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat, 1 Agustus 2025 yang juga bertepatan dengan hari Kliwon dalam kalender Jawa.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Yogyakarta akan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, tergolong kategori tinggi. Bersamaan dengan itu, angin kencang bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 30 km per jam. Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan laut, terutama bagi nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil.
Pagi hari, langit Yogyakarta diperkirakan cerah berawan. Cuaca tetap tenang hingga sore. Namun, di balik langit cerah itu, laut justru menyimpan potensi bahaya besar. BMKG menyebutkan bahwa malam hingga dini hari akan tetap berawan, menciptakan suasana yang tampak biasa saja, tetapi sebenarnya penuh ancaman di perairan.
Suhu udara harian berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 93 persen. Kombinasi suhu yang panas, kelembapan tinggi, dan angin kencang menciptakan sistem cuaca yang berpotensi memperburuk kondisi laut.
Stasiun Meteorologi Yogyakarta, dalam keterangannya, mengingatkan seluruh pihak untuk tidak menganggap remeh situasi ini.
“Kami imbau nelayan menunda melaut, terutama pada malam hingga dini hari. Ombak yang tinggi dan angin kencang bisa membalikkan kapal kecil dalam hitungan detik,” ujarnya tegas. (ef linangkung)












