News  

Cuaca DIY Senin Hujan Ringan, BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter

bernasnews – Senin, 28 Juli 2025  langit Daerah Istimewa Yogyakarta pagi ini memang tak menunjukkan tanda bahaya. Hujan ringan menyapa sebagian wilayah sejak pagi, menghadirkan udara sejuk dan nuansa mendung yang menenangkan.

Namun, di balik suasana yang tampak tenang itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengeluarkan peringatan serius.

Gelombang tinggi mengintai perairan selatan Yogyakarta dengan potensi mencapai 4 meter, cukup untuk mengancam keselamatan nelayan dan wisatawan pantai.

BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) telah merilis prakiraan cuaca yang berlaku selama 24 jam penuh mulai pukul 07.00 WIB, Senin ini. Peringatan dini pun disampaikan secara tegas: waspadai gelombang tinggi di perairan selatan DIY!

Hujan Ringan Datang Bertahap, Suhu dan Angin Picu Gelombang

BMKG mencatat bahwa hujan ringan mulai mengguyur Bantul bagian selatan sejak pagi hari. Seiring waktu, awan kelabu menjalar ke Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, serta wilayah tengah Bantul dan Gunungkidul.

Siang hingga sore, hujan ringan berlangsung merata di lima kabupaten/kota, memaksa sebagian warga menyiapkan jas hujan dan payung.

Menjelang malam, langit tetap mendung namun tanpa hujan. Cuaca berawan mendominasi langit DIY dan menciptakan suasana lembap. Sementara pada dini hari nanti, hujan ringan kembali diperkirakan mengguyur wilayah selatan Kulon Progo, Bantul selatan, dan pesisir selatan Gunungkidul.

Suhu udara hari ini berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 95 persen. Kondisi ini membuat udara terasa gerah di sejumlah titik.

Meski demikian, angin dari arah timur hingga selatan yang bertiup hingga 28 km/jam turut menyejukkan udara. Namun, justru kecepatan angin ini menjadi pemicu meningkatnya gelombang laut yang kini mengancam pesisir selatan Yogyakarta.

Laut Selatan DIY Tidak Aman, Wisatawan Diminta Menunda Aktivitas

BMKG menegaskan bahwa gelombang laut di perairan Yogyakarta berada pada kisaran 2,5 hingga 4,0 meter. Kondisi ini tergolong berbahaya, terutama bagi kapal-kapal kecil, nelayan tradisional, dan wisatawan yang hendak melakukan kegiatan di sekitar pantai.

“Meski cuaca daratan tampak bersahabat, laut menyimpan potensi ancaman besar,” ujar prakirawan BMKG dalam keterangan resminya yang diperbarui pukul 06.00 WIB.

Pantai-pantai populer seperti Parangtritis, Depok, Goa Cemara, hingga Pantai Drini dan Wediombo disebut dalam peringatan. Aktivitas seperti bermain ombak, memancing di tebing karang, hingga berkemah atau berswafoto di dekat bibir pantai sangat tidak disarankan dalam kondisi seperti ini.

Masyarakat diminta terus memantau prakiraan cuaca dan informasi gelombang laut melalui situs resmi www.bmkg.go.id atau kanal media sosial BMKG DIY. Dalam situasi cuaca yang mudah berubah, penting bagi warga dan pengelola wisata untuk meningkatkan kewaspadaan.

BMKG juga menyarankan nelayan maupun pelaku wisata untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pos pengamatan cuaca terdekat sebelum memulai aktivitas di laut atau sekitar pantai.

Meskipun hujan hanya turun ringan dan langit tampak bersahabat, BMKG menegaskan bahwa bahaya gelombang tinggi tetap nyata dan harus diwaspadai.

Suasana sejuk dan tenang di daratan bisa menipu. Gelombang laut yang menggila bisa datang sewaktu-waktu tanpa ampun. Maka dari itu, lebih baik menunda petualangan pantai hari ini demi keselamatan nyawa.