bernasnews – Ratusan layang-layang warna-warni siap menghiasi langit Pantai Parangtritis pada Minggu, 27 Juli 2025. Namun di balik semarak festival tahunan yang selalu menyedot perhatian wisatawan itu, potensi bahaya mengintai.
BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang laut tinggi yang diprediksi menerjang perairan selatan DIY, termasuk kawasan Parangtritis.
Panitia pelaksana tetap akan menggelar Festival Layang-layang Parangtritis 2025 sesuai jadwal. Masyarakat yang ingin menyaksikan atraksi spektakuler tersebut diminta lebih waspada dan tidak sembarangan mendekati bibir pantai.
Dalam siaran resmi, BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, yang tergolong dalam kategori bahaya tinggi.
Cuaca Cerah, Namun Ancaman Tetap Ada
Sinar matahari pagi diperkirakan akan menyambut ribuan pengunjung yang memadati kawasan pesisir sejak pukul 07.00 WIB. Cuaca cerah berawan diprediksi akan mendominasi pagi hari.
Namun saat siang hingga sore, langit mulai berubah. Potensi hujan ringan berpeluang terjadi di beberapa wilayah DIY, termasuk Gunungkidul bagian utara dan Kulon Progo utara.
Sementara itu, malam hari akan ditutup dengan langit berawan, sebelum kembali dibasahi hujan ringan di dini hari. Titik-titik hujan dini hari berpeluang muncul di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, hingga pesisir Gunungkidul—wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Angin Tenggara–Selatan dengan kecepatan maksimum 25 km/jam berpotensi memperbesar tinggi gelombang laut. Kondisi ini memperkuat peringatan agar wisatawan dan masyarakat tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan garis ombak, terutama anak-anak.
Panitia Siapkan Antisipasi, BMKG Minta Jangan Abaikan Peringatan
Panitia festival mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, SAR, serta instansi terkait untuk memastikan keselamatan pengunjung. Mereka juga memasang spanduk peringatan di sejumlah titik rawan serta menyiagakan petugas di area berbahaya.
“Kami tetap ingin menghadirkan hiburan budaya yang aman dan mengesankan. Tapi kami juga harus tegas dalam mengingatkan bahaya gelombang tinggi. Jangan abaikan peringatan BMKG,” ujar Ketua Panitia Festival Layang-layang Parangtritis, RM Kukuh Hestrianing.
Sejumlah komunitas pecinta layang-layang dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara sudah memastikan partisipasi mereka dalam festival ini. Berbagai bentuk layang-layang raksasa akan diterbangkan, mulai dari naga sepanjang belasan meter, burung rajawali, hingga tokoh-tokoh budaya lokal.
Pantai Parangtritis dipastikan akan menjadi panggung megah bagi ratusan layangan kreatif. Namun gelombang laut yang buas bisa seketika mengubah pesta warna itu menjadi petaka jika pengunjung lalai menjaga keselamatan diri.
BMKG menekankan bahwa tinggi gelombang saat ini tidak aman untuk aktivitas laut, termasuk bermain di sekitar ombak besar, memancing, maupun wisata bahari menggunakan perahu.
Kelembapan udara yang berkisar antara 60 hingga 95 persen juga bisa membuat udara terasa lembap dan panas, terutama saat siang hari dengan suhu maksimal 32 derajat Celsius.
Pengunjung yang tetap nekat berenang atau mendekati ombak menghadapi risiko terseret arus balik yang sangat kuat. Beberapa peristiwa tragis di tahun-tahun sebelumnya terjadi saat wisatawan mengabaikan peringatan serupa.
Pemerintah Daerah DIY, melalui BPBD dan Dinas Pariwisata, juga mengimbau pengunjung agar tidak memarkir kendaraan terlalu dekat bibir pantai, serta memperhatikan pengumuman dari panitia dan petugas di lapangan. (Eln)












