bernasnews — Di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global sebagai dampak kebijakan tarif saat ini, respons kebijakan bank sentral dituntut untuk proaktif dan forward looking. Dalam konteks ini, Executives’ Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) berperan strategis dalam memperkuat sinergi lintas kawasan.
Peran strategis tersebut melalui tiga agenda utama, yaitu penguatan integrasi perdagangan kawasan, jaring pengaman keuangan regional, dan memperluas konektivitas sistem pembayaran serta keuangan melalui inisiatif pembayaran antarnegara dan transaksi mata uang lokal.
Demikian fokus utama pertemuan gubernur bank sentral negara anggota EMEAP ke-30 di Bangkok, Thailand, dalam keterengan tertulis yang dikirim oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Selasa, 22 Juli 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyampaikan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan keseimbangan eksternal yang terjaga meski dihadapkan pada tantangan fragmentasi geoekonomi global.
“Dalam pertemuan ini, turut dibahas beberapa tantangan utama yang dihadapi kawasan diantaranya peningkatan ketegangan geopolitik, perkembangan dinamika inflasi, percepatan digitalisasi dan adopsi kecerdasan buatan (AI); serta peningkatan ancaman iklim dan lingkungan,” bebernya.
Momentum Penggunaan QRIS
Hasil dari pertemuan gubernur bank sentral negara anggota EMEAP ke-30 di Bangkok tersebut mendapat respon dari Pengamat ekonomi Y. Sri Susilo, Dosen FBE UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta).
“Pertemuan tersebut diharapkan juga digunakan untuk momentum guna lebih mengintensifkan kerjasama penggunaan QRIS di negara-negara ASEAN,” harap Susilo, saat dikonfimasi bernasnews, Rabu (23/7/2025).
Menurut Y. Sri Susilo yang juga Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, bahwa pembayaran lintas batas QRIS, Bank Indonesia (BI) telah menjalankan kerja sama dengan beberapa ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Laos dan Brunei Darussalam.
“Kerja sama tersebut memungkinkan wisatawan dan pengguna jasa keuangan untuk melakukan transaksi di negara lain dengan lebih mudah dan efisien, tanpa perlu menukarkan mata uang asing,” ujarnya.
Disamping itu, penggunaan QRIS tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan transaksi tunai. “Kerjasama QRIS antar negara ASEAN dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” pungkas Y. Sri Susilo, dosen penghobi gowes dan penggiat wisata.
Executives’ Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) merupakan sebuah forum kerja sama yang beranggotakan sebelas bank sentral, yaitu: Bank Indonesia, Reserve Bank of Australia, People’s Bank of China, Hong Kong Monetary Authority, Bank of Japan, Bank of Korea, Bank Negara Malaysia, Reserve Bank of New Zealand, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand. (*/ ted)












