bernasnews – Salah satu jamaah haji Indonesia yang baru pulang dari tanah suci dalam menjalankan ibadah hajinya Hj. Fatmawaty yang merupakan warga Sleman berharap kepada pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan kondisi jamaah calon hajinya tentang layanan transportasi dan kinerja para petugas di lapangan.
Hal tersebut disampaikan pada teman teman media saat Bunda Fatma baru pulang dari tanah suci, yang disambut oleh tokoh masyarakat dan warga Bondalem Kalasan serta jamaah masjid Al Huda yang disertai hiburan alunan lagu – lagu islami dari grup hadroh yang bergabung dalam komunitas majelis sholawat Mama Maluku.
Menurut Bunda Fatma, dalam perjalanan haji ke tanah suci tidak berjalan sebagaimana mestinya terutama saat berada di Musdalifah.
“Saya bersama rombongan harus menunggu sejak pukul. 11.00 sampai pukul 08.00 waktu setempat untuk dapat menuju Mina karena akibat kemacetan Yang parah dan terbatas nya armada untuk transportasi. Kondisinya sangat memprihatinkan karena Banyak jamaah kelelahan dan bahkan ada yang pingsan,” tutur Bunda Fatma.
Bunda Fatma juga menyampaikan beberapa syarat yang penting yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji seperti tidur di tenda di Arafah dan duduk di lapangan terbuka saat mabit di Musdalifah yang kesemuanya itu merupakan rangkaian pelaksanaan ibadah haji yang harus dilaksanakan.
“Semoga semua kejadian di Musdalifah tidak terulang lagi di tahun-tahun yang akan datang karena para jamaah calon haji butuh perhatian lebih agar dalam melaksanakan ibadah bisa nyaman, aman, tenang dan lebih khusuk,” pungkas Bunda Fatma (nun)












