bernasnews — Salah satu kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-10 Tjokro Style Hotel adalah bersyukur dan berbagi dengan warga binaan di Lembaga Pemasyarkatan Kelas II B Sleman (Lapas Cebongan), yang dilaksanakan pada Senin malam (14/7/2025)
Kedatangan Panitia HUT Ke-10 Tjokro Style Hotel beserta General Manager dan beberapa staf di Lapas Cebongan disambut dengan ramah oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelik Sulistyanto beserta jajaran struktural Lapas dan para warga binaannya.
Acara penyambutan dengan meriah dengan suguhan musik dari grup Jeruji Band dan tarian dari warga binaan lapas tesebut. Nama band Jeruji sendiri merupakan singkatan atau akronim dari Jera, Berubah, Terpuji dan Tidak Bandel.
Dalam sambutannya, GM Tjokro Style Veri Diana mengucapkan rasa terimakasih karena sudah diperkenankan untuk bisa berkunjung ke Lapas Cebongan ini. Menurut Veri Diana, manusia di mata Tuhan adalah sama karena kalau kita meninggal yang ditanya hanyalah amal kita di dunia. Dan manusia yang yang hidup berguna adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
“Oleh karena itu kami berkunjung ke Lapas ini ingin berbagi dengan warga binaan walaupun sedikit. Semoga bisa membantu dan berguna di sini,” ujar Nana panggilan akrab Veri Diana.
“Kita hidup itu pasti ada masalah dan hidup itu merupakan proses. Jadi kita tidak perlu lebih baik dari orang lain tetapi paling tidak kita harus bisa lebih baik dari hari kemarin, hidup harus terus berjalan dan grafiknya harus naik,” tambah Nana.
Dalam kesempata ini, Tjokro Style memberikan kenang – kenangan berupa alat masak dan keperluan mandi yang bisa digunakan oleh para binaan Lapas Cebongan.
Sementara itu, Kalapas Kelik Sulistyanto juga menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian dan kehadiran dari Tjokro Style Hotel yang telah berkunjung ke Lapas Kelas IIB Sleman ini. Kelik juga menyampaikan dan ingin membuktikan, bahwa Lapas Cebongan tidak seperti yang ada dalam sinetron di mana warga binaan tidak hanya cuma dikurung rapi namun mereka diberi kegiatan.
“Warga binaan yang ada di sini orang yang terbaharui atau lahir kembali di Lapas Sleman, dengan pribadi yang baik, terpuji dengan segala aktivitas yang produktif dan manfaat,” ungkap Kelik.
Menurut Kelik, terbukti dengan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan oleh warna binaan seperti ada Band Jeruji, sanggar tari, serta berbagai kegiatan seperti memasak, membatik, menganyam, membuat kentongan, karangan bunga dan lainnya.
“Semua itu ada di produknya Kanata (Karya Nara Pidana Tahanan). Dengan filosofi anyaman, kami akan anyam hatinya, anyam fisiknya, anyam pikirannya dan perasaannya sehingga menjadi manusia yang baik dan bermanfaat,” ujar Kelik.
Lapas Cebongan juga mengenalkan progam Nara Wisata yaitu mengenalkan suasan penjara itu tidak seperti apa yang digambarkan dalam sinetron yang hanya dikurung saja tapi warga binaan diberikan kegiatan sesuai bakat dan kemauan mereka, dengan prinsip Dari Sangkar Ke Sanggar.
Suasana kunjungan dari Tjokro Style Hotel yang berlangsung meriah dengan hiburan band dan tarian serta makan malam bersama warga binaan. Juga ada surprise berupa aksi “ngeprank” untuk GM Tjokro Sytle, yang kebetulan pada saat yang bersamaan ia sedang berulang tahun. (nun)












