News  

Pemkot Yogyakarta Tinjau Potensi Wisata dan UMKM di Kotagede, Lakukan Sambang Kampung dengan Bersepeda

Wawan Harmawan kunjungi sejumlah titik warisan budaya di Kotagede. (Dok Pemkot Yogyakarta)

bernasnews – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengikuti kegiatan sambang kampung yang dilaksanakan di wilayah Kotagede pada Sabtu, 12 Juli 2025. Kegiatan ini dilakukan dengan bersepeda dan melibatkan sejumlah warga serta jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta.

Rangkaian acara dimulai dari halaman Kemantren Kotagede. Sekitar pukul 06.30 WIB, Wawan memimpin apel sebelum rombongan berangkat menyusuri gang-gang kecil Kotagede.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Rumah Keris Yogyakarta di Kampung Kembang Basen. Di tempat tersebut, peserta melihat koleksi keris yang sudah berusia ratusan tahun. Seorang pengrajin keris menjelaskan tentang filosofi dan proses pembuatannya.

Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke salah satu tempat kuliner khas Kotagede, yaitu Roti Kembang Waru Pak Bas. Di sana, Wawan membeli sejumlah roti dan membagikannya kepada peserta. Pemilik toko, Pak Bas, mengajak rombongan menyanyi bersama.

Perjalanan dilanjutkan ke Kampung Bumen, yang dikenal sebagai sentra kerajinan logam. Suasana kerja para pengrajin yang tengah menempa logam disaksikan langsung oleh Wawan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para perajin dan mendorong mereka untuk terus berkarya.

Rombongan kemudian bergerak ke museum As’ad Humam di Purbayan. Museum ini menyimpan dokumentasi mengenai tokoh penggagas metode Iqra. Wawan terlihat memperhatikan koleksi yang ada dan menyampaikan pentingnya mengenang kontribusi tokoh-tokoh lokal seperti As’ad Humam.

Lokasi berikutnya adalah rumah tokoh nasional Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, anggota BPUPKI yang pernah tinggal di Kotagede. Rumah tersebut masih mempertahankan nuansa arsitektur Jawa klasik. Rombongan menyusuri rumah sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah tokoh tersebut.

Perjalanan berlanjut ke gang between two gates atau gang rukunan di kampung Alun-Alun. Gang ini dikenal sebagai lorong bersejarah dengan deretan rumah tradisional di kanan dan kirinya. Kondisi gang masih mencerminkan suasana khas kampung tempo dulu.

Rangkaian kegiatan sambang kampung diakhiri di Peken Klangenan, Kampung Ndalem. Di tempat ini, Wawan berdiskusi dengan warga mengenai rencana pengembangan Kotagede. Ia menyampaikan bahwa Pemkot Yogyakarta melihat Kotagede memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai tujuan wisata berbasis budaya.

“Kita melihat banyak potensi UKM dan lingkungan di Kotagede. Banyak heritage yang sangat bisa dikembangkan menjadi tujuan wisata lokal maupun asing,” ucap Wawan seperti dikutip dari kabarjawa.com.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan pengembangan yang dilakukan bersifat bottom-up, dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Ia menyebutkan bahwa Kotagede memiliki ciri khas yang tidak ditemukan di tempat lain. Mulai dari warisan budaya, kesenian, kerajinan perak, hingga kuliner khas dan bangunan bersejarah.

“Saya yakin ke depan Kotagede menjadi destinasi utama Kota Yogyakarta. Gol besarnya adalah Kotagede menjadi kota lamanya Yogyakarta, tapi yang berbudaya Yogya asli. Kalau di tempat lain kota lama identik Belanda, Kotagede menonjolkan budaya lokal dan nilai religiusnya,” katanya.

Miftachul Alfin, anggota Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kotagede, menyampaikan bahwa kawasan ini memiliki potensi kuat sebagai kota lama. Namun, ia mengingatkan pentingnya penataan ulang fasad rumah di beberapa titik utama seperti Jalan Kemasan dan Mondorakan agar lebih mencerminkan suasana kota lama.

“Yogyakarta ada karena Kotagede. Kotagede adalah cikal bakal Yogyakarta. Aktivitas budaya di Purbayan, Prenggan, Rejowinangun hingga Jagalan dan Singosaren di Bantul luar biasa. Untuk menjadi kota lama, semua harus diintegrasikan, tata ruang harus disiapkan dan jalurnya diatur,” jelas Alfin.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat serta mendorong pelestarian kawasan bersejarah Kotagede secara berkelanjutan. (Eln)