bernasnews – Kabupaten Bantul resmi memasuki usia ke-194 tahun dengan mengusung visi baru yang sarat makna dan menyalakan semangat masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bantul mengangkat tema “Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja” dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul tahun 2025.
Tema ini menggetarkan hati warga karena menekankan kebersatuan dan tekad membuka gerbang kemakmuran serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bantul.
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, menegaskan bahwa tema ini menjadi wujud kesungguhan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Bantul yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera dengan berlandaskan keberagaman dan budaya istimewa. Halim mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu padu dalam menghidupkan visi tersebut.
Halim menyampaikan bahwa pemerintah ingin menanamkan nilai-nilai satriya kepada generasi muda agar mereka tumbuh menjadi pribadi tangguh, produktif, dan berdaya saing.
Pemerintah juga menggagas transformasi sumber daya manusia melalui semboyan “Bantul Waras, Wasis, Waskita” yang berarti sehat, cerdas, dan bijaksana.
Bupati Halim kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Bantul akan terwujud jika seluruh masyarakat menanamkan nilai satriya.
Halim meminta masyarakat memaknai tema “Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja” sebagai ajakan bersatu membuka gerbang kesejahteraan bersama.
“Mari kita bulatkan tekad dan bersatu padu mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Bantul. Kita wujudkan masyarakat Bantul yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera. Untuk itu kita perlu menumbuhkan nilai-nilai satriya pada seluruh elemen masyarakat melalui transformasi sumber daya manusia menuju masyarakat tangguh, produktif, dan berdaya saing, yang dikemas dalam semboyan Bantul Waras, Wasis, Waskita,” tegas Halim.
Nilai Satriya, Warisan Leluhur untuk Masa Depan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, S.T., M.Sc., menjelaskan tujuan sarasehan Hari Jadi Bantul.
Ari mengungkapkan bahwa pemerintah menggelar sarasehan untuk mendengarkan pendapat para ahli dan narasumber dalam menggali, merumuskan, dan mengimplementasikan nilai-nilai satriya yang diwariskan para leluhur Bantul.
Ari menegaskan bahwa pemerintah berharap keluaran dari sarasehan ini menjadi ilmu dan inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat Bantul. Ari ingin nilai-nilai satriya tersebut menyalakan semangat masyarakat Bantul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin nilai-nilai satriya para leluhur tersampaikan kepada generasi muda dan masyarakat Bantul sehingga dapat menginspirasi dan menjadi penyemangat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Ari penuh harap.
Kabupaten Bantul kini tak hanya dikenal sebagai Kota Geplak yang manis dan kaya tradisi, tetapi juga menegaskan diri sebagai Bumi Satriya yang berkomitmen menghidupkan nilai luhur para leluhur.
Pemerintah bertekad membawa Bantul menuju kejayaan dengan masyarakat yang sehat, cerdas, dan bijaksana. Bantul pun siap melangkah mantap menjemput masa depan yang gemilang. (Eln)












