bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyelenggarakan event “Festival Kuliner Gula Kelapa – Gudeg Sejuta Rasa”, selama dua hari, bertempat di Kagungan nDalem Alun-alun Kidul (Alkid), Kraton Yogyakarta, Jumat – Sabtu, 4-5 Juli 2025.
Acara yang diisi dengan penampilan lebih dari 40 masakan olahan gula kelapa ini juga acara Fun Walk, Kuliner Talkshow, Lomba Inovasi Varian Gudeg, Cek Kesehatan, Afternoon Tea, Pasar Kuliner UMKM, Festival Musik.
Juga acara spektakuler sajian gudeg sebanyak 5.007 porsi, yang memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian gudeg terbanyak. Dalam kegiatan itu Pemerintah Kota Yogyakarta mendapat piagam penghargaan MURI atas rekor pemrakarsa sajian gudeg terbanyak yang diterima oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
Sebanyak 5.007 porsi gudeg berbahan nangka muda atau gori lengkap dengan sambal krecek tempe, areh, telur dan nasi kepada ribuan masyarakat dan wisatawan yang hadir di venue, Alkid Yogyakarta, Sabtu pagi (5/7/2025).
Wali Kota Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata berserta jajarannya yang telah berhasil menggelar Festival Kuliner Gula Kelapa – Gudeg Sejuta Rasa. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi Pengusaha Gudeg Yogyakarta atas partisipasinya dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara yang hadir dalam acara itu.
“Saya menyambut baik adanya semacam festival untuk gudeg sejuta rasa. Saya pikir penting sekali Yogyakarta menghadirkan gudeg dengan varian-varian yang baru supaya gudeg menjadi makanan yang digemari oleh banyak orang. Tidak hanya orang Yogyakarta,” kata Hasto Wardoyo, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Menurut Hasto, ketika ada gudeg sejuta rasa maka sejuta pengunjung Yogyakarta bisa terpenuhi seleranya dengan gudeg. Gudeg tidak semata-mata hanya manis saja tetapi diharapkan juga bisa memenuhi selera para tamu di Yogyakarta.
“Melalui acara semacam ini bisa membuka kembali variasi gudeg di Yogyakarta. Gudeg dengan berbagai macam-macam rasa dan berbagai macam olahan yang bisa dipertanggungjawabkan nilai gizinya,” harap orang nomor satu di Pemkot Yogya yang juga seorang dokter itu.
Hasto Wardoyo juga mengucapkan terima kasih dengan adanya varian baru gudeg berbahan jantung pisang. Hasto memberikan nama masakan itu dengan “Gudeg Koroner”. Ia pun mengemukakan jika dimasak dengan benar gudeg berserat tidak menaikkan gula darah dan kolesterol.
“Gudeg dari jantung pisang yang penuh dengan serat, miskin kolesterol. Tadi diberi nama gudeg koroner. Koroner adalah pembuluh darah jantung yang sering tersumbat gara-gara terlalu banyak kolesterol. Oleh karena itu dengan gudeg koroner, Insya Allah kita bisa makan gudeg tapi sehat dan selamat,” beber Hasto.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko menjelaskan, bahwa berbagai kegiatan diadakan untuk menyambut wisatawan di Yogyakarta pada masa libur panjang sekolah. Salah satunya berupa gelaran Festival Kuliner Gula Kelapa Gudeg Sejuta Rasa.
“Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Gudeg Yogyakarta membantu menyediakan sekitar 5.000 porsi. Namun dalam kegiatan itu akhirnya total ada 5.007 porsi gudeg yang disajikan dan memecahkan rekor nasional sajian gudeg terbanyak,” terang dia.
“Kita coba bikin persepsi para wisatawan pada saat berkunjung ke Kota Yogyakarta itu senang, menarik, banyak aktivitas, banyak atraksi. Festival ini salah satunya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Lebih memperindah, memperbanyak aktivitas dan memberikan kesan positif wisatawan selama di Yogyakarta,” lanjut Wahyu.
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM menciptakan varian gudeg dengan material yang lebih sehat, lebih higienis. Bahan utama yang digunakan adalah jantung pisang dan menu pendamping seperti tempe krecek, telur dan areh. Oleh Wali Kota Yogyakarta diberi branding atau sebutan “Gudeg Koroner”. (ted)












