bernasnews — PAUD Tiara Siwi IV dan Komunitas Ruang Kreasi Bocah menggelar event “Pasar Bocah #7”, bertempat di Rumah Budaya Siliran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Minggu (6/7/2025).
Acara dalam rangka tutup tahun kegiatan Paud Tiara Siwi IV ini dihadiri oleh Lurah Panembahan, Ketua RW 4, 5, 6, 7 Kelurahan Panembahan, Ketua Kampung Gamelan, Bunda PAUD Kelurahan Panembahan, Ketua Pokja Bunda PAUD Panembahan.
Juga tampak hadir beberapa tokoh masyarakat sempat, serta seniman sebagai narasumber dalam kegiatan work shop, antara lain Tedjo Badut, dengan tema merangkai balon dan Buang sebagai narasumber merangkai janur.
Ketua PAUD Tiara Siwi IV Wuri Dewanti menjelaskan, bahwa sejak pagi suasana Rumah Budaya Siliran sudah riuh dengan tawa dan celoteh anak-anak. Meja-meja kecil berjajar rapi, menampilkan beragam “dagangan” unik yang disiapkan oleh para peserta cilik.
“Ada yang membawa hasil karya seni buatan tangan, seperti gelang manik-manik berwarna-warni, gambar-gambar lucu, hingga miniatur plastisin aneka bentuk. Tak ketinggalan, beberapa anak dengan bangga menjajakan camilan sehat buatan sendiri bersama orang tua mereka, seperti kue kering sederhana atau potongan buah segar,” terang Wuri kepada bernasnews, usai kegiatan.
Anak-anak PAUD Tiara Siwi IV dengan antusias menata barang dagangan mereka. Wajah-wajah mungil mereka memancarkan kegembiraan dan sedikit rasa gugup saat pertama kali berinteraksi dengan “pembeli”. Mereka belajar bagaimana menyapa, menawarkan dagangan, bahkan menghitung kembalian dengan bantuan pendamping.
“Momen ini menjadi pelajaran berharga tentang kemandirian, interaksi sosial, dan dasar-dasar ekonomi dalam skala yang paling sederhana,” tegas Wuri.
Sementara itu, imbuh Wuri, Ruang Kreasi Bocah hadir dengan sesi-sesi interaktif yang tak kalah menarik, dengan rangkaian agenda yang terdiri dari Lomba Mewarnai, pada tanggal 4 Juni, Lomba Fashion Show, tanggal 5 Juni dan Puncak Kegiatan tanggal 6 Juni 2025 adalah lapak Pasar Bocah.
Pasar Bocah Siliran di Rumah Budaya Siliran ini bukan hanya tentang transaksi, melainkan tentang membangun pengalaman. Ini adalah platform di mana anak-anak bisa bereksplorasi, belajar berinteraksi, dan menemukan potensi diri mereka dalam suasana yang menyenangkan dan mendukung.
“Acara ini berhasil menciptakan memori indah yang tak terlupakan, sekaligus menanamkan benih-benih kreativitas dan kemandirian sejak dini. Ide pasar bocah ini muncul ketika melihat anak-anak pra remaja tidak mempunyai wadah organisasi dan kurang dilibatkan dalam kegiatan remaja lantaran dianggap masih terlalu muda<” ungkap Wuri.
Orang tua dan pengunjung dewasa pun turut membaur, menikmati suasana hangat dan penuh inspirasi ini. Mereka tidak hanya sekadar membeli, tetapi juga mendukung semangat kewirausahaan dan kreativitas yang ditunjukkan oleh anak-anak.
“Banyak senyum dan pujian dilontarkan, menambah semangat para “pedagang” kecil untuk terus berkarya,” pungkasnya. (*/ ted)












