bernasnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperingatkan wisatawan untuk waspada saat berkunjung ke pantai-pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 1 Juli 2025.
Perairan selatan Yogyakarta diperkirakan mengalami gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Prakiraan Cuaca dan Kondisi Laut
Cuaca di DIY pada pagi hari dilaporkan cerah berawan. Diperkirakan hujan ringan akan turun di Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara pada siang hingga sore hari.
Sementara itu, hujan ringan juga mungkin mengguyur Sleman bagian utara, Kulon Progo, Gunungkidul bagian utara, dan Bantul bagian utara pada malam hari. Dini hari, seluruh wilayah diperkirakan berawan.
Suhu udara berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan 60 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.
BMKG menegaskan tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta termasuk dalam kategori tinggi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama nelayan dan wisatawan yang berada di kawasan pantai, guna mencegah terjadinya kecelakaan laut.
Selain itu, perlu diwaspadai pula musim ubur-ubur yang biasa muncul bersamaan dengan kondisi ombak besar.
Potensi gelombang tinggi ini diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat pesisir diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi laut melalui kanal resmi.
Aktivitas seperti berenang dan bermain air di laut selatan DIY disarankan ditunda demi keselamatan bersama.
Langkah Antisipatif dan Imbauan Keselamatan
Sementara itu, Dinas Pariwisata DIY meminta pengelola wisata pantai untuk memasang papan peringatan tentang gelombang tinggi dan bahaya ubur-ubur di titik strategis.
Petugas SAR diminta melakukan patroli rutin sepanjang garis pantai. Dinas menegaskan tidak ingin ada korban jiwa akibat sengatan ubur-ubur maupun gelombang tinggi.
SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul telah menyiagakan personel di seluruh pos pantai. Komandan SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan peralatan penanganan pertama bagi korban sengatan ubur-ubur.
Ia menambahkan, petugas SAR secara rutin mengingatkan wisatawan agar menjauh dari area berbahaya.
Marjono menjelaskan bahwa ubur-ubur terbawa arus laut saat terjadi gelombang tinggi. Sengatannya dapat menyebabkan nyeri, panas, gatal, hingga sesak napas, terutama bagi yang memiliki alergi berat.
Ia menekankan bahwa wisatawan harus segera membilas bagian tubuh yang tersengat dengan air asin dan mengoleskan cuka sebelum mendapat penanganan medis. (el)












