bernasnews – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, membuka Kodim Jogja Fest dengan penuh semangat. Ia berdiri di Halaman Kantor Kodim 0734 Yogyakarta pada Sabtu, 28 Juni 2025 pagi bersama Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono.
Hasto menatap barisan tenda UMKM yang berjajar rapi. Ia mengangkat tangan, melambaikan salam, dan masyarakat menyambutnya dengan tepuk tangan riuh.
Hasto menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Kodim Jogja Fest. Ia menegaskan, kegiatan ini mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta. Hasto melihat langsung produk-produk lokal yang dipamerkan UMKM.
Ia menatap satu per satu kerajinan tangan, fashion, serta bahan pokok yang dijual Bulog dengan harga bersaing.
“Ketika banyak mengadakan aktivitas seperti ini, maka pemutaran ekonomi menjadi lebih bagus. Produk-produk lokal bisa lebih dinikmati oleh masyarakat Kota Yogyakarta. Lebih menarik lagi, kegiatan ini memberikan harga bahan pokok yang bersaing, yang penting untuk pengendalian inflasi,” ujar Hasto dengan tegas.
Hasto berharap Kodim Jogja Fest menghadirkan komoditas sensitif inflasi seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan beras.
Ia meyakini, kehadiran bahan pokok murah akan menolong masyarakat menengah ke bawah. Hasto pun mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0734/Kota Yogyakarta yang telah menginisiasi kegiatan ini.
“Terima kasih kepada Kodim 074, saya mengapresiasi kegiatan ini,” ucapnya.
Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Program, tapi Gerakan Bersama
Kodim Jogja Fest menghadirkan 44 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sektor fashion, pangan, hingga partisipasi Bulog. Kolonel Inf Arif Setiyono menatap tenda-tenda UMKM dengan bangga.
Ia meyakini, acara ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung program Lumbung Pangan Mataraman Kota Yogyakarta.
“Kami melibatkan petani milenial urban farming dan pelaku UMKM. Kami ingin membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan,” ungkap Kolonel Arif.
Kolonel Arif menegaskan, UMKM di sektor pangan seperti pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan makanan, hingga distribusi merupakan tulang punggung ekonomi lokal. Ia menekankan, UMKM menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan mandiri.
“Kodim Jogja Fest akan kami selenggarakan setiap dua minggu sekali. Kami ingin melahirkan ide-ide segar, kerja sama, dan langkah nyata dalam membangun ekosistem UMKM sektor pangan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif,” tegas Kolonel Arif. (el)












