bernasnews – Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang menyimpan banyak keutamaan spiritual.
Dalam ajaran Islam, bulan ini merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah. Lantas, apa saja jenis puasa yang disarankan di bulan Muharram 2025? Kapan waktunya?
Simak informasi lengkap jadwal, niat dan keutamaan puasa di bulan Muharram 2025 berikut ini.
Muharram: Bulan Suci yang Sarat Keutamaan
Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriah yang termasuk dalam empat bulan haram (suci) dalam Islam. Keistimewaan bulan ini membuat berbagai amalan, termasuk puasa sunnah, memiliki ganjaran luar biasa.
Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa yang dilakukan di bulan Muharram. Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah puasa yang dikerjakan di bulan ini.
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)
Jenis-Jenis Puasa Sunah di Bulan Muharram 2025
Ada beberapa jenis puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan selama bulan Muharram. Beberapa di antaranya jatuh pada bulan Juli 2025 dan patut dimanfaatkan umat Muslim yang ingin memperbanyak amalan saleh.
1. Puasa Tasua dan Asyura
Dua hari yang paling istimewa untuk berpuasa di bulan Muharram adalah tanggal 9 dan 10, yang dikenal sebagai puasa Tasua dan puasa Asyura.
- Puasa Tasua (9 Muharram 1447 H) jatuh pada Sabtu, 5 Juli 2025
- Puasa Asyura (10 Muharram 1447 H) dilaksanakan pada Minggu, 6 Juli 2025
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada dua hari ini. Khusus untuk tanggal 10 Muharram atau Asyura, puasa ini merupakan salah satu puasa sunah paling utama dalam Islam.
Puasa Tasua dilakukan sehari sebelumnya sebagai pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang juga berpuasa hanya di tanggal 10 Muharram. Dengan menjalankan keduanya, umat Islam akan mendapatkan pahala yang lebih sempurna.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Berikut adalah lafaz niat yang bisa dibaca saat akan menjalankan puasa Tasua dan Asyura:
Niat Puasa Tasua (9 Muharram):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tasu’aa sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Asyura (10 Muharram):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘aasyuuraa sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
2. Puasa Ayyamul Bidh
Selain Tasua dan Asyura, ada pula puasa Ayyamul Bidh yang jatuh pada pertengahan bulan Hijriah. Puasa ini juga sangat dianjurkan karena memiliki pahala yang besar, bahkan setara dengan berpuasa sebulan penuh jika dilakukan secara konsisten setiap bulannya.
Untuk bulan Muharram 1447 H, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh:
- 13 Muharram 1447 H: Rabu, 9 Juli 2025
- 14 Muharram 1447 H: Kamis, 10 Juli 2025
- 15 Muharram 1447 H: Jumat, 11 Juli 2025
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang bisa diucapkan sebelum fajar:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdh lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya terang), karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Amalan puasa di bulan Muharram tidak hanya menyucikan jiwa, tetapi juga memberikan banyak keutamaan spiritual dan sosial.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda mengenai pahala besar bagi orang yang berpuasa dan berbuat kebaikan di hari Asyura:
“Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid.
Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”
Tidak hanya itu, dalam hadits tersebut juga dijelaskan bahwa mengusap kepala anak yatim atau memberi makanan kepada orang berpuasa di hari Asyura juga mendapatkan ganjaran yang luar biasa.
Keutamaan-keutamaan ini menjadikan bulan Muharram sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh, berbuat baik kepada sesama, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Manfaat Puasa Muharram Bagi Kehidupan
Selain ganjaran spiritual, puasa sunnah di bulan Muharram juga membawa manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Beberapa manfaat puasa antara lain:
- Membantu detoksifikasi tubuh
- Menstabilkan gula darah
- Meningkatkan ketajaman spiritual dan fokus mental
- Membantu meningkatkan kedisiplinan dan kontrol diri
Dengan niat yang tulus dan pelaksanaan yang ikhlas, puasa di bulan Muharram bisa menjadi sarana penyucian jiwa dan perbaikan diri yang sangat berharga.
Bulan Muharram 2025 yang bertepatan dengan Juli menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah puasa sunnah. Ada tiga jenis puasa yang sangat dianjurkan: puasa Tasua (5 Juli), puasa Asyura (6 Juli), dan puasa Ayyamul Bidh (9–11 Juli).
Setiap puasa ini memiliki keutamaan dan pahala yang luar biasa, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW.
Manfaatkan bulan penuh keberkahan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amalan, terutama puasa sunnah. Semoga setiap niat baik dan ibadah kita di bulan Muharram diterima dan diberi balasan terbaik oleh Allah SWT.
***












