bernasnews – Pemerintah Indonesia menuntaskan pembangunan 100 Sekolah Rakyat di berbagai daerah dan menargetkan sekolah ini menjadi smart school berbasis internet cepat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menegaskan internet menjadi elemen penting dalam pengembangan Sekolah Rakyat agar mampu bersaing di era teknologi digital.
Robben menyebut pemerintah merancang Sekolah Rakyat sebagai smart school yang menggunakan learning management system. Pemerintah memastikan layanan internet di sekolah ini memiliki kualitas tinggi.
“Sekolah Rakyat menggunakan learning management system, sehingga sangat bergantung pada kualitas layanan internet. Ini menjadi kunci agar anak-anak bisa bersaing di bidang teknologi digital,” tegas Robben saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia mengungkapkan pemerintah terus melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Robben mengatakan tahap pertama pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat hampir rampung. Pemerintah kini menyiapkan tambahan 100 titik Sekolah Rakyat baru.
“Targetnya, tahun ajaran 2025–2026 nanti sudah ada 200 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi. Itu artinya ada sekitar 20 ribu calon siswa yang bisa belajar di sekolah berbasis digital ini,” jelasnya.
Pemerintah menguatkan infrastruktur pendukung pendidikan agar Sekolah Rakyat memiliki jaringan internet cepat dan stabil. Pemerintah berkomitmen memberikan akses pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pemerintah Pastikan Internet Merata hingga Pelosok
Robben menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah, tetapi juga menyiapkan generasi cerdas yang melek teknologi. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi lokomotif pendidikan berbasis digital yang merata hingga ke pelosok negeri.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Meutya memastikan pemerintah memiliki kewajiban menyediakan infrastruktur digital yang merata sesuai Peraturan Presiden.
“Sekolah Rakyat harus didukung koneksi internet yang baik dan cepat agar menunjang proses belajar mengajar,” kata Meutya.
Ia menambahkan pemerintah mendistribusikan layanan internet cepat secara prioritas ke wilayah dengan konektivitas rendah. Di mana semua Sekolah Rakyat akan mendapatkan akses internet cepat, namun kecepatan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing titik.
Sekolah Rakyat yang berada di kompleks BBPPKS Yogyakarta kini sudah memiliki jaringan internet berkecepatan 200 Mbps. Pemerintah menyesuaikan kecepatan internet dengan aktivitas digital di sekolah, termasuk pemanfaatan oleh ekosistem masyarakat sekitar.
“Kami pastikan internet cepat menjadi kunci agar anak-anak Indonesia dapat menatap masa depan dengan percaya diri di era teknologi 5G dan kecerdasan buatan,” tandasnya. (el)












