Waspada! Musim Migrasi Ubur-Ubur Mulai Terjadi di Pantai Gunungkidul, Anak-anak Jadi Korban Sengatan

bernasnews – Musim migrasi ubur-ubur kembali meneror pesisir Gunungkidul. Ubur-ubur bermigrasi setiap tahun pada bulan Juli hingga September.

Hewan transparan beracun ini mulai menepi di Pantai Kukup dan Sepanjang sejak akhir Juni 2025. Surisdiyanto, anggota SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, mengonfirmasi temuan ubur-ubur tersebut pada Jumat, 27 Juni 2025.

Ia mengatakan ubur-ubur berwarna biru keunguan dengan bentuk menyerupai balon kecil. Ubur-ubur memiliki tentakel panjang beracun yang dapat menyengat siapa saja yang menyentuhnya.

“Kami sudah menemukan ubur-ubur di Pantai Kukup dan Sepanjang. Beberapa wisatawan terutama anak-anak tersengat ubur-ubur,” kata Surisdiyanto.

Petugas SAR terus berjaga di sepanjang pesisir. Mereka mengimbau wisatawan agar waspada saat bermain air laut. Pihaknya meminta wisatawan tidak memegang ubur-ubur meski warnanya cantik.

“Sengatannya berbahaya dan menimbulkan rasa panas seperti terbakar,” tegasnya.

Beberapa anak menangis histeris ketika tentakel ubur-ubur menempel di kulit mereka. Petugas langsung mengevakuasi korban ke pos SAR terdekat.

Mereka melakukan penanganan pertama dengan cara tradisional. Surisdiyanto menjelaskan cara mengobati sengatan ubur-ubur.

Petugas menyiram bagian kulit yang terkena sengatan menggunakan air laut. Mereka menekankan agar wisatawan tidak membilas dengan air tawar karena dapat memicu racun semakin menyebar.

Setelah itu, petugas menaburkan pasir untuk mengangkat sisa tentakel yang menempel. Terakhir, mereka menuangkan cuka atau alkohol untuk menetralkan racun.

“Kalau tidak kuat menahan sakit, korban harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” ujar Surisdiyanto.

Kenali Ciri-ciri dan Bahaya Sengatan Ubur-ubur

Ubur-ubur memiliki ciri-ciri khusus yang harus dikenali wisatawan. Tubuhnya berbentuk setengah bola transparan dengan semburat ungu, biru, atau pink. Tentakelnya menjuntai memanjang. Hewan ini sering terdampar di bibir pantai ketika angin laut kencang.

Surisdiyanto meminta seluruh wisatawan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami ingin wisatawan tetap aman dan nyaman. Namun, musim migrasi ubur-ubur ini adalah siklus alam yang tidak bisa kami hentikan. Wisatawan harus selalu waspada,” pungkasnya.

Pantai Gunungkidul memang selalu memikat hati wisatawan. Namun, ubur-ubur menghadirkan ancaman tersembunyi di balik ombak tenang laut selatan.

Musim migrasi ubur-ubur menjadi pengingat bahwa keindahan pantai menyimpan risiko yang tidak boleh diremehkan. (el)