News  

Perkemahan Mahakosta Ke-40, Diikuti 475 Peserta dari 27 Pangkalan

Siswa siswi SMP BOPKRI 3 Yogyakarta foto bersama dengan para guru pendamping di bumi perkemahan. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Forum Pramuka BOPKRI DIY di bawah naungan Yayasan BOPKRI Yogyakarta kembali menyelenggarakan “Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta (Mahakosta) Ke-40”, bertempat di Bumi Perkemahan Huntap, Gondang II, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, tanggal 22–24 Juni 2025.

Humas SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Meidika Elianasari kepada bernasnews mengemukakan, bahwa tahun ini kegiatan mengusung tema “Develop Your Talents” dan diikuti oleh sekitar 475 peserta didik dari 27 pangkalan SD, SMP, dan SMA/SMK, yang berada dibawah naungan Yayasan BOPKRI.

‘SMP BOPKRI 3 Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengirimkan empat regu, terdiri dari dua regu putra dan dua regu putri, dengan total 32 siswa.,” terang Meidika, dalam rilis yang dikirim, Rabu (5/6/2025)

Acara Perkemahan Mahakosta ke-40 dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK di lingkungan Yayasan BOPKRI. Dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan BOPKRI, Ir. Obed Tripambudi.

Pembukaan berlangsung meriah dengan pelepasan sepasang burung merpati sebagai simbol perdamaian dan harapan, pemberian bantuan sosial kepada masyarakat setempat. Selanjutnya pengibaran bendera Mahakosta yang diiringi oleh Mars Mahakosta, serta penampilan flashmob tarian yang diikuti oleh seluruh peserta, panitia, dan para guru pendamping.

Dalam sambutannya, Ir. Obed Tripambudi menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan Mahakosta merupakan bentuk ungkapan syukur Kristiani serta sarana untuk menanamkan pendidikan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Kasih, Integritas, dan Pelayanan yang Tulus, dalam semangat sekolah-sekolah BOPKRI.

Suasana upacara pembukaan “Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta (Mahakosta) Ke-40”. (Foto: Istimewa)

Pada hari pertama, siswa-siswi SMP BOPKRI 3 mengikuti kegiatan api unggun yang disertai dengan penampilan seni dari berbagai kontingen. Perwakilan SMP BOPKRI 3 menampilkan pertunjukan musikalisasi puisi oleh seluruh peserta yang berjumlah 32 siswa.

Kegiatan hari kedua diisi dengan berbagai keterampilan seperti Wade Game dan Fun Games yang mempertemukan peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Kegiatan ini mendorong peserta untuk saling mengenal, menjalin keakraban, dan melatih kerja sama dalam kelompok lintas usia dan sekolah.

Selanjutnya pada hari terakhir, siswa-siswi SMP BOPKRI 3 melaksanakan Wirakarya, yaitu kegiatan bersih-bersih di area base camp, termasuk memilah sampah yang masih dapat didaur ulang. Kegiatan ini ditutup dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat.

Sementara itu, Miliani Gracevalentine dan saudari kembarnya, Miliana Gracevalentine, siswi kelas VII-A SMP BOPKRI 3, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan mereka karena bisa mengikuti kegiatan perkemahan Mahakosta untuk pertama kalinya.

Mereka mengaku sangat senang bisa belajar dan bermain bersama teman-teman dari berbagai sekolah. Rasa bangga pun muncul ketika kelompok mereka diumumkan sebagai juara, menjadi buah dari kerja keras dan kekompakan selama tiga hari.

“Kami berdua sangat senang bisa belajar dan bermain bersama teman-teman berbagai sekolahan. Juga bangga bisa meraih juara,” kata Miliani Gracevalentine, yang disertai anggukan kepala oleh Miliana Gracevalentine.

Usai upacara penutupan, para siswa membersihkan area tenda dan memastikan semua perlengkapan telah dibawa pulang. Saat bersih-bersih, mereka melihat seorang nenek yang tengah membawa rumput untuk ternaknya.

“Sesuai semangat tema “Develop Your Talents” dan nilai-nilai kebopkrian, para siswa menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan bantuan kepada sang nenek. Tindakan sederhana ini mencerminkan nilai karakter yang telah tertanam melalui kegiatan perkemahan,” beber Meidika Elianasari.

Dari kegiatan Mahakosta ini, siswa-siswi SMP BOPKRI 3 tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga pembelajaran bermakna yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Harapannya, kegiatan Mahakosta dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi wadah pengembangan karakter dan bakat peserta didik secara menyeluruh,” pungkasnya. (*/ ted)