bernasnews – Memasuki awal tahun ajaran baru 2025/2026, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia kembali melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru.
Salah satu materi penting yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pengenalan terhadap Kurikulum Merdeka. Materi ini sangat penting, terutama untuk siswa yang sebelumnya belum pernah mengalami pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
Kurikulum Merdeka adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan potensi peserta didik.
Tidak hanya menekankan pada penguasaan materi akademik, kurikulum ini juga mendorong pembentukan karakter, penguatan kompetensi, serta memberi kebebasan bagi guru dalam memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Agar para siswa baru memahami esensi dan penerapan kurikulum ini, berikut ini adalah contoh materi pengenalan Kurikulum Merdeka yang dapat disampaikan selama MPLS 2025.
1. Mengenal Apa Itu Kurikulum Merdeka
Sebagai landasan awal, para siswa perlu memahami terlebih dahulu definisi Kurikulum Merdeka. Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Kurikulum Merdeka adalah model pembelajaran intrakurikuler yang bersifat beragam dan fleksibel.
Tujuan dari kurikulum ini adalah menciptakan suasana belajar yang memberikan ruang untuk pendalaman konsep serta penguatan kompetensi siswa.
Melalui Kurikulum Merdeka, guru diberikan kebebasan untuk memilih perangkat ajar yang paling relevan dengan kebutuhan masing-masing murid, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
2. Karakteristik Kurikulum Merdeka
Materi MPLS juga bisa menjelaskan ciri khas utama dari Kurikulum Merdeka, yang membedakannya dari kurikulum sebelumnya. Adapun karakteristik yang perlu ditekankan meliputi:
Fokus pada Pengembangan Karakter dan Soft Skills
Kurikulum Merdeka tidak hanya menargetkan capaian kognitif, tetapi juga mendorong penguatan karakter dan keterampilan non-akademik seperti kerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi.
Penekanan pada Materi Esensial
Pembelajaran difokuskan pada konsep-konsep dasar dan penting, sehingga siswa dapat benar-benar memahami inti dari setiap materi pelajaran.
Pendekatan Fleksibel dan Diferensiasi
Kurikulum ini memungkinkan guru menyesuaikan metode ajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.
3. Tiga Jalur Implementasi Mandiri Kurikulum Merdeka
Dalam praktiknya, Kurikulum Merdeka memberikan tiga opsi implementasi yang dapat dipilih oleh sekolah berdasarkan kesiapan dan sumber daya yang dimiliki. Ketiga jalur tersebut antara lain:
Mandiri Belajar
Sekolah tetap menggunakan kurikulum yang lama, namun mulai menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka.
Mandiri Berubah
Sekolah menggunakan Kurikulum Merdeka untuk sebagian kelas dan mata pelajaran.
Mandiri Berbagi
Sekolah sepenuhnya menerapkan Kurikulum Merdeka dan menjadi rujukan bagi sekolah lain.
4. Prinsip-Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka
Agar siswa dapat memahami model pembelajaran yang akan mereka jalani, penting untuk menjelaskan prinsip dasar dari Kurikulum Merdeka yang meliputi tiga jenis kegiatan pembelajaran:
Pembelajaran Intrakurikuler
Ini adalah pembelajaran utama yang disesuaikan dengan tingkat capaian dan kebutuhan siswa, dengan memberi waktu cukup untuk pemahaman konsep secara mendalam.
Pembelajaran Kokurikuler
Merupakan kegiatan proyek yang berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini mendorong kolaborasi, kreativitas, dan penyelesaian masalah nyata melalui pendekatan lintas disiplin.
Pembelajaran Ekstrakurikuler
Kegiatan di luar jam pelajaran yang diselenggarakan berdasarkan minat siswa serta didukung oleh sumber daya yang tersedia di satuan pendidikan.
5. Proses dan Tahapan Pembelajaran di Kurikulum Merdeka
Materi MPLS Kurikulum Merdeka juga perlu memuat tahapan pembelajaran yang akan dilalui siswa, yaitu:
Asesmen Diagnostik Awal
Guru akan melakukan asesmen awal guna mengidentifikasi kemampuan, kebutuhan, dan karakteristik siswa sebelum proses pembelajaran dimulai.
Perencanaan Pembelajaran
Berdasarkan hasil asesmen, guru menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi murid. Hal ini termasuk pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan yang serupa.
Pelaksanaan Pembelajaran
Proses belajar dilakukan dengan pemantauan progres secara berkala melalui asesmen formatif. Jika diperlukan, metode atau pendekatan belajar akan disesuaikan demi meningkatkan hasil belajar.
6. Latar Belakang dan Tujuan Kurikulum Merdeka
Penting untuk menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka lahir sebagai respons terhadap tantangan besar dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya pascapandemi Covid-19.
Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia belum menunjukkan peningkatan signifikan dalam capaian belajar siswa.
Untuk mengatasi learning loss dan memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh, pemerintah mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai solusi jangka panjang. Harapannya, peserta didik bisa belajar lebih mendalam, lebih merdeka, dan berkembang sesuai potensinya.
7. Contoh Kegiatan Pengenalan Kurikulum Merdeka saat MPLS 2025
Untuk memperkenalkan Kurikulum Merdeka secara menyenangkan dan efektif, sekolah dapat merancang berbagai kegiatan interaktif selama MPLS. Beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan antara lain:
Diskusi Kelompok tentang Profil Pelajar Pancasila
Mengajak siswa mendalami enam dimensi Profil Pelajar Pancasila melalui diskusi, games, atau presentasi kelompok.
Simulasi Proyek Mini
Mengadakan proyek sederhana yang menggambarkan pendekatan kokurikuler, seperti membuat poster tentang lingkungan sekolah atau menanam tanaman bersama.
Kuis Interaktif tentang Kurikulum Merdeka
Memberikan pemahaman melalui kuis daring/luring yang menyenangkan untuk mengetahui sejauh mana siswa menyerap materi.
Pengenalan Guru dan Fasilitas Sekolah
Guru dapat menjelaskan perannya sebagai fasilitator dan memperkenalkan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan area ekstrakurikuler yang mendukung pembelajaran fleksibel.
Materi pengenalan Kurikulum Merdeka dalam MPLS 2025 memiliki peran krusial dalam membekali peserta didik baru dengan wawasan awal mengenai sistem belajar yang akan mereka jalani.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, siswa tidak hanya akan memahami konten, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan lebih cepat terhadap lingkungan dan metode pembelajaran baru.
Sekolah dan guru perlu terus mengembangkan cara-cara kreatif untuk menyampaikan materi ini agar MPLS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan titik awal yang bermakna dalam perjalanan pendidikan siswa.
***












