bernasnews — Potensi pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat lengkap yang mencakup wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan. Destinaasi wisata di seluruh pelosok DIY relatif dapat dijangkau dengan berbagai jenis kendaraan.
Wisata alam sendiri mencakup wisata pantai, wisata gunung dan bukit, wisata sungai dan wisata alam lainnya. Berkaitan dengan giat wisata alam, khususnya pantai, bukit dan sawah. Komunitas Motoran Sabtu Pagi (MSP) menyelenggarakan wisata menuju Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (25/5/2025).
Komunitas MSP merupakan goweser yang sesekali berwisata mengendarai motor untuk selingan. Motor yang mereka kendarai bertenaga 155 cc s/d 250 cc. Anggota komunitas mencapai 12 orang. Dalam event berwisata ke wisata Pantai Baron hanya 5 anggota/motor yang berpartisipasi dikarenakan sebagian anggota sedang beraktivitas di luar kota.
Peserta wisata motor jam 07:00 WIB berangkat menuju lokasi Pantai Baron dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (KPwBI) DIY. Dari Kota Yogyakarta menuju arah selatan menuju jalan Imogiri Barat. Selanjutnya menuju Selopamioro, Panggang dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan berakhir di Pantai Baron.
“Jalur rute sampai jalan Imogiri Barat lalu lintas masih padat karena jam kerja,”kata Banu Tahantara, selaku Koordinator MSP.
Menurut Banu, setelah jalan Imogiri Barat lalu lintas relatif lancar. Peserta wisata motor dapat menikmati tanjakan Siluk menuju Panggang sambil menikmati keindahan alam sekitar. Cuaca yang berawan juga mendukung berkendara motor dengan lebih nyaman.“Kecepatan kita atur berkisar 40-50 km per jam agar dapat berkendara dengan nyaman dan aman,” ungkap Banu.
“JJLS jalannya sungguh cocok untuk dilintasi wisata motor,” imbuh Didi Krisnadewara anggota Komunitas MSP. Menurut Didit, disamping relatif mulus jalannya juga berkelok-kelok serta pemandangannya juga menarik.
Di beberapa titik di JJLS, rombongan berhenti untuk mengambil foto untuk kenangang. “Saya membayangkan akan mencoba melintasi JJLS dengan rute yang lebih panjang sampai Pacitan, Jawa Timur,”harap Didit, yang berusia hampir 70 tahun namun tetap rutin bersepeda dan bermotor.
Setelah menempuh perjalanan hampir 60 km, rombongan sampai di Pantai Baron. Perjalanan ditempuh hampir dua jam karena sempat beberapa berhenti untuk berfoto bersama. Seperti biasa rombongan beristirahat di salah satu warung dan pesan makanan untuk makan siang. Menu yang dipilih tentu ikan, yaitu ikan tengiri dan ikan bawal putih beserta sayur, sambal dan lalapan.
Perjalanan kembali menuju Kota Yogyakarta melalui jalur yang berbeda. Setelah lepas dari Pantai Baron ketemu JJLS, rombongan menuju ke Paliyan, Playen dan Gading. Dari Gading menuju jalan tembus baru (Jl. Sembada Handayani) sampai di daerah Nglanggeran. “Di jembatan Nglanggeran sempat foto Bersama,”jelas Banu Tahantara.
Peserta lanjut menuju Pathuk, jalan Wonosari dan masuk Kota Yogyakarta. Perjalanan kota Yogyakarta menuju ditempuh selama 90 menit karena lalu lintas relatif lancar. “Berwisata dengan motor sungguh menyenangkan, dengan catatan cuaca sedang bersahabat,” pungkas Y. Sri Susilo salah satu peserta, yang juga penggiat pariwisata. (*/ ted)












