Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah Jatuh pada Hari Apa? Jadwal Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah 2025

Ilustrasi jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah kapan?/Unsplash

bernasnews – Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Zulhijah. Banyak keutamaan yang terkandung dari dua puasa tersebut.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam memiliki kesempatan emas untuk menunaikan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa di hari-hari awal bulan Dzulhijjah.

Dua di antaranya yang paling dikenal adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Lantas, pada tahun 2025 ini, tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah jatuh pada hari apa? Kapan tepatnya pelaksanaan puasa tersebut menurut kalender Masehi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita telusuri jadwal, keutamaan, dan tata cara niat yang berkaitan dengan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah 1446 Hijriah secara lengkap.

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2025

Puasa Tarwiyah dijalankan pada 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah dilakukan sehari setelahnya, yakni pada 9 Dzulhijjah. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, diperkirakan 8 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025, dan 9 Dzulhijjah pada Kamis, 5 Juni 2025.

Namun, jadwal ini masih bersifat prediksi dan akan dikonfirmasi secara resmi melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Dengan perhitungan ini, maka puasa sunnah Dzulhijjah dimulai sejak 28 Mei hingga 5 Juni 2025, dengan Hari Raya Idul Adha ditetapkan pada Jumat, 6 Juni 2025.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Menjalankan puasa di awal bulan Dzulhijjah bukan hanya sekadar ibadah tambahan. Rasulullah SAW sendiri secara konsisten mengamalkannya. Dalam sebuah riwayat dari Hafshah RA, disebutkan:

“Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh.”
(HR Ahmad dan An-Nasa’i)

Secara khusus, puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah RA:

“Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.”
(HR Muslim, Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Abu Dawud)

Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi, Rasulullah juga menegaskan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Tidak ada amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah dibandingkan amal yang dilakukan pada hari-hari tersebut—bahkan lebih utama daripada jihad, kecuali jihad yang dilakukan dengan jiwa dan harta hingga syahid.

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Sebagaimana amalan puasa lainnya, menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah sebaiknya diawali dengan niat yang jelas. Berikut bacaan niat yang bisa diucapkan atau dilafalkan dalam hati:

1. Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

2. Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Jadwal Lengkap Puasa Dzulhijjah 2025

Mengacu pada prediksi awal bulan Hijriah 1446 H, berikut perkiraan tanggal puasa sunnah Dzulhijjah:

  • 1 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 28 Mei 2025
  • 2 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 29 Mei 2025
  • 3 Dzulhijjah 1446 H: Jumat, 30 Mei 2025
  • 4 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 31 Mei 2025
  • 5 Dzulhijjah 1446 H: Minggu, 1 Juni 2025
  • 6 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 2 Juni 2025
  • 7 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 3 Juni 2025
  • 8 Dzulhijjah 1446 H (Puasa Tarwiyah): Rabu, 4 Juni 2025
  • 9 Dzulhijjah 1446 H (Puasa Arafah): Kamis, 5 Juni 2025
  • 10 Dzulhijjah 1446 H (Idul Adha): Jumat, 6 Juni 2025

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar amalan biasa. Keduanya memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan keridaan Allah.

Meski pelaksanaannya bersifat sunnah, ganjaran yang menyertainya begitu besar. Oleh karena itu, sebaiknya umat Islam mempersiapkan diri sejak awal untuk melaksanakan puasa ini dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat.

Jangan lupa untuk menyesuaikan jadwal puasa dengan hasil sidang isbat resmi yang akan digelar oleh Kementerian Agama pada 27 Mei 2025.

Wallahu a’lam bish shawab.***