bernasnews – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (16/5) sore hingga malam hari. Ini menyebabkan sejumlah bencana di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan situasi dari BPBD DIY hingga pukul 20.30 WIB, dampak paling signifikan terjadi di Kabupaten Sleman.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan bahwa prakiraan cuaca dari BMKG telah memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang sejak pukul 15.10 WIB.
Hujan terjadi hampir merata di seluruh wilayah DIY, kecuali Kulonprogo bagian selatan dan Gunungkidul bagian utara.
“Wilayah Sleman terdampak paling parah, dengan total 23 titik kejadian,” ungkap Noviar.
Rinciannya adalah 12 titik banjir, 7 titik kejadian angin kencang, 3 titik longsor, dan 1 lokasi sambaran petir.
Dampaknya meliputi 11 pohon tumbang, kerusakan pada dua mobil, satu motor, satu sepeda, satu tempat usaha, satu jembatan, tiga fasilitas umum, dan tiga akses jalan terganggu.
Sementara itu, di Kabupaten Kulonprogo, dua titik longsor menyebabkan kerusakan pada dua rumah dan terganggunya dua jalur akses jalan. Di Kabupaten Bantul, terdapat satu titik banjir dan satu rumpun bambu tumbang.
Kota Yogyakarta juga tak luput dari dampak. Kenaikan aliran Sungai Gajahwong menyebabkan robohnya rumpun bambu akibat derasnya arus. Peristiwa ini mengakibatkan putusnya kabel optik jaringan internet dan gangguan pada penerangan jalan umum.
Hingga pukul 21.00 WIB, Kabupaten Gunungkidul belum mengalami dampak signifikan meski hujan deras dan petir sempat mengguyur sebagian wilayahnya.
BPBD DIY terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan cepat di titik-titik terdampak. (ef linangkung)












